Bagikan Juga!!

Sahabat, beberapa waktu lalu saya bersama keluarga sempat menikmati sebuah karya yang luar biasa, Film Sang Pemimpi. Sungguh memotivasi. Mungkin anda juga sudah melihat Film tersebut, atau membaca novelnya.

Saya berniat menuliskan salah satu adegan yang sangat menginspirasi saya dari film tersebut. Menurut informasi yang saya terima, kisah-kisah dalam Novel atau Film tersebut adalah kisah nyata dari si penulis, Andrea Hirata.

(sebelumnya maaf jika salah, kurang sesuai dengan novelnya ^_^)

Suatu ketika Arai sahabat Ikal memecahkan celengan uang mereka yang hampir setahun lamanya mereka menabung. Arai seorang anak SMP yang penuh semangat, mengajak Ikal ke toko, untuk membelikan sesuatu dari hasil tabungan mereka.

Tiba-tiba Arai memesan tepung, gula, dan berbagai bahan-bahan kue. Melihat kejadian itu, Ikal langsung marah.

"Apa-apaan kau Rai... Tabungan yang kita kumpulkan setahun lamanya, cuma kau belikan tepung dan Gula... Gila kau Rai. Lagian tabunganku lebih banyak dari kau" Protes Ikal.

"Percayalah dengan Aku"

"Percaya dari mana?"

Sampai perkelahian kecil terjadi diantara mereka. Hingga Ikalpun mengalah, dengan mengikuti ide aneh Arai.

Arai mengajak Ikal ke rumah tetangganya, seorang janda beranak satu, yang sering meminta beras di rumah Ikal. Janda tersebut terpaksa mengemis dan menjual barang-barang dirumahnya tuk menyambung hidup semenjak ditinggal suaminya.

Arai dan Ikal pun menemui Ibu janda tersebut, dan memberikan bahan-bahan kue itu kepadanya.

"Katanya, ibu pandai buat kue ya? Cobalah Ibu menjual kue tuk dijual, pasti laris. Ini bahan-bahan kue untuk Ibu dari tabungan kami", kata Arai.

Sang Ibu, langsung terharu dengan memeluk mereka. Ucapan terimakasih berkali-kali terlontar dari mulut ibu tersebut. Saat itulah Ikal semakin takjub dengan kemuliaan dan ketulusan hati Arai. Bukan Cuma ketulusan, tapi kecerdasan Arai tuk berfikir solusi.

~~~

Sahabat, kisah tersebut bagaikan tamparan yang membuat malu kepada diri saya sendiri. Ya, malu kepada seorang anak SMP yang peduli dan berfikir sangat dewasa. Dia bukan sekedar membantu sementara, tapi berusaha memberikan solusi jangka panjang kepada tetangganya tersebut.

Sejak saat itupun saya berfikir, berkali-kali kami mengadakan Training Motivasi Spiritual, ternyata kalah dengan Arai. Arai yang berfikir efektif dan mengena. Sedangkan kami hanya memotivasi dari lisan, sekedar koar-koar dari mulut belum ada tindakan nyata yang efektif tuk mengurangi permasalahan di sekitar kita.

Kemudian saya terinpirasi tuk membentuk suatu program sosial, yang saya namai program
"KOTAK CCM PEDULI"

Sahabat, ini adalah sebuah gerakan menabung, dengan program sebagai berikut :
1. Buatlah sebuah kotak tabungan di rumah atau kamar anda, yang anda namai KOTAK CCM PEDULI atau nama lainnya silahkan yang memotivasi anda untuk berinfak.
2. Isilah setiap hari, rutin, setiap anda berangkat beraktifitas atau rutin setelah pulang dari beraktifitas.
3. Isilah minimal Rp.500,- di kotak CCM PEDULI Anda disiplin setiap hari.
4. Ajaklah keluarga dan sahabat-sahabat anda untuk mengikuti gerakan ini.
5. Enam bulan ke depan akan kita evaluasi bersama.

Sahabat, saya membayangkan, ketika tiap dari anda mengamalkan program ini, misalkan 5000 dari 8000 lebih seluruh anggota CCM ini mengamalkan. Setiap satu anggota CCM membantu satu fakir miskin dengan memberikan modal usaha kecil. 5000 orang akan mendapatkan pekerjaan dari penganggurannya.

Sebuah gerakan sangat efektif dan DAHSYAT tuk membantu perekonomian saudara kita yang membutuhkan.... atau misalkan dana disatukan, misalkan dengan Rp.500 x 30 hari x 12 bulan x 5000 anggota, maka akan terkumpul dana sebesar Rp. 900.000.000,- sangat cukup untuk mendirikan Yayasan Sosial.

Ah, saya tidak begitu mengharapkan uang infak anda terkumpul jadi satu. Selain saya nantinya pusing, dengan amanah yang sangat besar, saya yakin andapun belum bisa sepenuhnya percaya dengan saya.

Saya lebih mengharapkan, 1 orang anggota CCM dapat mengentaskan 1 orang pengangguran fakir miskin. Saya kira suatu cita-cita yang tidak terlalu muluk-muluk. Seorang anak SMP Arai saja bisa, kenapa kita tidak bisa. Malu donk... ! ;), Silahkan bisa 2 tahun atau tiga tahun dalam artian tidak usah memasang target khusus. Mungkin suatu saat tetangga atau saudara anda terkena musibah, bukalah kota peduli anda tersebut. Siapa tau bisa meringankan beban mereka.

Hmm..., Apakah anda setuju konsep saya ini? Dan siap mejalankan program KOTAK CCM PEDULI..?

Silahkan balas pesan saya ini. Jika banyak dari anda setuju, maka kami akan serius memanajemen program ini. Jika tidak, itu hak anda...

Trimakasih dan Salam Motivasi...! ^_^






 
Top