Bagikan Juga!!



http://olxia.blogspot.com/2014/09/cara-menjadi-kolumnis-handal-yang-perlu.html
A.Kolom ( infopreneur )

Para penulis opini yang produktif dapat memfokuskan diri untuk menanggapi , mengulas, membahas, dan mengkritisi persoalan persoalan tertentu secara rutin, khususnya persoalan persoalan yang secara rutin dan teratur mengetengahkan pendapatnya, maka ia dapat menjadi kolumnis artinya mengelola kolom atau rubrik khusus di media publik , misalnya kolumnis teknologi informasi, bisnis dan kewirausahaan, pendidik, politik , sosial budaya , dan lain sebagainya.

Umumnya,pengelola media membuat kolom kolom tersebut untuk menjawab secara rutin persoalan persoalan penting dari bidang bidang tertentu yang memiliki dampak yang luas ditengah masyarakat . Namun , dapat juga pengelola media membuat kolom kolom yang bersifat sementara untuk menanggapi persoalan atau peristiwa besar yang muncul dan penyelesaiannya diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Sebuah persoalan dapat ditanggapi secara beragam oleh para kolumnis sesuai dengan kepakaran, peran atau pengalamannya dalam bidang tersebut.Oleh karena itu, para kolumnis dapat dengan bebas mengungkapkan argumentasinya berdasarkan pemikiran, logika berpikir, pengalaman empiris yang dimilikinya.

Tulisan kolom sebagaimana opini tidak memiliki struktur khusus. Tulisan kolom menyajikan informasi tentang fenomena atau persoalan dalam bidang tertentu yang sedang menjadi fokus perhatian masyarakat dan pandangan penulis terhadapnya.


B. Struktur Penulisan kolumnis

Pada dasarnya , struktur tulisan dalam kolom sama dengan opini, karena informasi yang tersaji terfokus pada pendapat subyektif kolumnis. Jadi kolom akan berisi pokok persoalan yang akan langsung ditanggapi secara kritis dan kreatif oleh kolumnis.

Satu tulisan hanya berisi satu persoalan yang akan ditanggapi secara kritis oleh kolumnis . Tidak sedikit kolumnis yang justru terjebak dengan mengungkap banyak persoalan ,tetapi kolumnis tidak dapat menanggapinya secara memadahi. Padahal, tulisan kolom justru mengutamakan pendapat atau pandangan kritis kolumnis terhadap satu persoalan.

Panjang informasi yang tersaji dalam kolom tergantung ke ketersediaan ruang tulisan. Namun, umumnya pengelola media koram memberikan ruang tulisan kolom berkisar antara 400-600 kata, sehingga ruang yang tersedia bagi kolumnis tergolong sangat singkat.

Oleh karena itu, penulis jangan berkutat dalam pengungkapan persoalan. Penulis cukup memanfaatkan satu atau dua paragraf saja dalam mengungkapkan persoalan . Penulis cukup memanfaatkan satu atau dua paragraf saja dalam mengungkap persoalan yang akan ditanggapinya. Selebihnya, pendapat penulis yang harus disajikan secara runtut dan sistematis.



C.Menjadi Kolumnis


Seorang infopreneur yang memilih mejadi kolumnis harus kreatif dalam mengikuti persoalan persoalan yang berkembang dalam lingkup bidang minat , kajian, keilmuan dan kepakarannya, sehingga ia dapat secara rutin memberikan tanggapan atau pandangan kritis yang memadai .

Suatu kolom memang dapat diisi bergantian oleh para kolumnis untuk bidang yang sejenis . Namun, dapat saja seorang kolumnis secara rutin dan terus menerus mengisi kolom yang disediakan oleh pengelola media sesuai bidangnya.

Bagi kolumnis yang akan mengisi secara terus menerus suatu kolom , maka ia harus dapat melihat persoalan persoalan dalam bidang kepakarannya. Lalu, ia mengatur penuangan pendapatnya sesuai dengan periode penerbitan kolom tersebut.

Seorang kolumnis juga perlu terus memperbaharui diri dan menambah wawasannya, agar pemikiran dan daya nalarnya terus disegarkan dan kemampuannya dalam memandang persoalan semakin tajam. Kolumnis yang berhenti belajar lagi akan sulit untuk mengurai persoalan persoalan baru, apalagi memberikan solusi solusi alternatif.



D. Memilih Fokus Persoalan 

Seorang kolumnis memang memfokuskan diri untuk memberikan pendapat , pandangan dan pemikiran terhadap persoalan persoalan yang muncul dalam bidang yang dikuasainya. Namun, tidak selalu persoalan persoalan yang muncul itu saling terkait satu dengan yang lainnya , misalnya setiap minggu ada isu isu yang berbeda dalam bidang teknologi informasi, seperti fenomena pornografi, pelanggaran hak cipta, peluncuran teknologi baru, penciptaan aplikasi aplikasi e-Education, e-Vote dan lain lainnya.

Oleh karena itu, Kolumnis dapat memilih persoalan yang saling terkait dalam beberapa minggu, atau ia juga dapat memilih topik yang berbeda beda setiap minggunya, misalnya opini tentang " Waspadai Pornografi Dari HP " ,Hal ini sangat bergantung pada suasana publik yang melingkupinya.

Bisa jadi, suatu persoalan dapat dibahas selama 2-4 minggu berturut turut, karena dampak akibatnya terus berlangsung. Fokus persoalan beberapa bidang minat kolumnis juga dapat disesuaikan dengan tema tema hari nasional, seperti hari Kartini, Pendidikan Nasional, Kebangkitan Nasional, Kemerdekaan dan hari hari besar.





Artikel Menarik : Cara Menyusun Opini Yang Perlu Diperhatikan Untuk Seorang INFOPRENEUR Sukses






 
Top