Bagikan Juga!!

Cara Cerdas Mencari Uang


Cara Cerdas Mencari Uang
Cara Cerdas Mencari Uang

Cara Cerdas Mencari Uang - Kita semua ingin sukses, anda, saya dan siapapun tidak ada yang mau gagal. Tapi mengapa kita sulit untuk maju ? sulit untuk behasil ? Mungkin salah dalam mengambil tauladan, salah dalam mengambil contoh, bagaimana cara berdagang, berbisnis yang sukses. Kalau begitu siapa yang patut ditauladani ? Beliau adalah tidak lain yaitu Nabi Muhammad Saw.
" Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah ( Muhammad Saw ) itu suri tauladan yang baik bagimu " ( QS. Al Ahzab: 21 )

Apa ketauladanan beliau dan apa rahasia suksesnya ? Inilah rahasia beliau sukses bisnis dan sukses pula dakwahnya yaitu jujur, adil, pantang menyerah, baik dan santun akhlaknya dan berdoa kepada sang penguasa alam penggenggam kehidupan yaitu Allah Swt. Rasulullah Saw memberikan nasehat penting kepada kita, kepada orang yang ingin terjun di dunia bisnis agar sukses diantaranya adalah :


  • Penjual tidak boleh melakukan praktek pembohongan dan penipuan terhadap barang-barang yang dijual kepada pembeli . Dalam hal ini nabi muhammad saw bersabda : ' Apabila dilakukan penjualan , katakanlah tidak ada sedikitpun penipuan di dalamnya '.
  • Penjual harus menjauhi sumpah yang berlebihan didalam menjual suatu barang . Diriwayatkan bahwa nabi bersabda : ' Berhati-hatilah dengan sumpah yang berlebihan didalam suatu penjualan . Meskipun ia meningkatkan pendapatan yang cukup banyak namun ia sangat mempengaruhi keberkahan '.
  • Hanya dengan kesepakatan bersama sehingga transaksi dagang akan sempurna . Nabi muhammad saw bersabda : ' keduanya tidak boleh berpisah kecuali dengan kesepakatan bersama' .
  • Penjual harus tegas dan benar dalam takaran dan timbangan.
  • Rasulullah saw telah melarang bentuk-bentuk dan praktek monopoli didalam perdagangan dengan sabdanya : ' Barangsiapa yang melakukan monopoli maka ia adalah seorang pendosa '.
  • Tidak ada harga komoditi yang boleh dibatasi . Anas ra meriwayatkan bahwa pada suatu ketika di masa Rasulullah saw telah terjadi lonjakan harga yang melambung tinggi. Mereka meminta kepada Rasulullah saw agar baginda berkenan membatasi harga , maka nabi menjawab : ' Sesungguhnya Allah lah yang menaikkan harga, membatasi, melimpahkan dan membagikan bantuan makanan '. Ini merupakan suatu keputusan dalam menangani masalah pedagangan besar . jika harga dibatasi lalu tidak akan ada perusahaan atau tidak ada perputaran barang yang menyebabkan terbentuknya perdagangan sehingga perdagangan dunia akan terhenti.
  • Dalam melakukan transaksi agar pelanggan percaya dan akan kembali untuk transaksi lagi kuncinya adalah jujur dan amanah, sebagaimana sabdanya :' Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya ( amanah ) adalah termasuk golongan para nabi, dan orang-orang yang jujur akan masuk kedalam golongan syuhada. ( HR. Tarmizi, Darimi, Ibnu Majah Dan Darugutni ). ' Para pedagang kaya akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai pelaku-pelaku kejahatan kecuali mereka yang bertaqwa kepada Allah Swt, jujur dan selalu berkata benar ( HR. Tirmizi, Ibnu Majah, Darimi, dan Baihaqi di dalam Syu'bul Iman ).
Allah Swt menjelaskan dalam Alqur'an dengan tegas dan jelas tentang perniagaan :

" Wahai orang-orang yang beriman apabila kamu bermu'amalah (jual-beli, hutang-piutang dan sebaginya ) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan maka hendaklah kamu menuliskannya dan saksikanlah dengan 2 orang saksi . Janganlah kamu merasa bosan untuk menuliskan hutang itu baik kecil atau besar. Yang demikian itu adalah lebih adil disisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat untuk tidak menimbulkan keragu-raguan. Kecuali dalam hal perniagaan yang tunai yang kamu jalankan diantara kamu maka tidak ada dosa bagi kamu jika tidak menuliskannya. Gunakanlah saksi jika kamu mengadakan jual-beli. ( QS. Al-baqarah : 228 )

' Jika kamu dalam perjalanan dan tidak memperoleh penulis maka hendaklah kamu terima gadai ' ( QS Al-baqarah : 283 ).

' Tapi jika kedua belah pihak telah saling mempercayai maka hendaklah orang yang dipercayai  berhutang itu membayar hutangnya dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah, Tuhannya '. (Al-Baqarah : 283 )







 
Top