Bagikan Juga!!


Kematian Perinatal Dalam Masa Lampau Kini Dan Kelak


Kematian Perinatal
Kematian Perinatal

Kematian Perinatal - Dengan tercapainya kematian maternal pada tingkat yang rendah, maka sekarang kematian bayi dianggap sebagai ukuran yang lebih baik serta lebih peka untuk menilai kualitas pelayanan kebidanan. Untuk itu digunakan angka kematian perinatal ( perinatal mortality rate ) yang terdiri atas jumlah anak yang tidak menunjukkan tanda-tanda hidup waktu dilahirkan, ditambah dengan jumlah anak yang meninggal dalam minggu yang pertama dalam kehidupannya, untuk 1000 kelahiran . Penurunan jumlah kematian perinatal dapat dicapai, disamping dengan membuat persalinan seaman-amannya bagi bayi, dengan mengusahakan agar janin dalam kandungan dapat hidup dalam kondisi yang sebaik-baiknya.

Hal ini menjadi dorongan kuat untuk lebih mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kehidupan janin dalan uterus , termasuk apa yang menyebabkan prematuritas ( Sebagian besar bayi yang meninggal dalam minggu pertama ialah bayi prematur ) . Perkembangan ini membuka bidang yang luas serta baru bagi ilmu kebidanan.Dulu banyak perhatian di berikan kepada faktor-faktor mekanis dalam ilmu kebidanan, kini perhatian beralih kepada yang bersangkutan dengan fisiologi, patologi, bio-kimia, endokrinologi, dan lain-lain dalam ilmu kebidanan. Masalah-masalah mengenai gangguan tumbuhnya janin karena plasenta tidak berfungsi dengan baik, pengaruh obat-obat terhadap tumbuhnya alat-alat pada mudigah serta janin , penyakit-penyakit janin karena kelainan susunan kromosom dan sebagainya menjadi pusat perhatian.

Sedang angka kematian bayi ( infant mortality rate ) , yakni angka kematian bayi umur 1 tahun, di negara-negara maju telah turun dengan cepat dan sekarang mencapai angka dibawah 20 pada 1000 kelahiran. Penurunan angka kematian perinatal berlangsung lebih lamban, sebabnya ialah karena kesehatan serta keselamatan janin dalam uterus sangat tergantung dari keadaan dan kesempurnaan bekerjanya sistem dalam tubuh ibu yang mempunyai fungsi untuk menumbuhkan hasil konsepsi dari mudigah menjadi janin cukup bulan.

Di negara-negara maju kematian perinatal ini mencapai angka dibawah 25 per 1.000. Seperti telah dijelaskan , prematuritas memegang peranan penting dalam hal ini. Selanjutnya tidak jarang bersama-saama dengan prematuritas terdapat faktor-faktor lain , seperti kelainan kongenital , asfiksia neonatorum, insufisiensi plasenta, perlukaan kelahiran dan lain-lain. Dua hal yang banyak menentukan penurunan kematian perinatal ialah tingkat kesehatan serta gizi wanita dan mutu pelayanan kebidanan yang tinggi di seluruh negeri.







 
Top