Bagikan Juga!!

Sejarah Kebidanan Pada Masa Lampau, Kini, Dan Kelak

Sejarah Kebidanan
Sejarah Kebidanan

Sejarah Kebidanan - Pelayanan kebidanan dalam arti yang terbatas terdiri atas :

  • Pengawasan serta penanganan wanita dalam masa hamil dan dalam waktu persalinan .
  • Perawatan dan pemeriksaan wanita sesudah persalinan .
  • Perawatan bayi yang baru lahir.
  • Pemeliharaan laktasi
Sejarah kebidanan dalam arti yang lebih luas adalah usaha-usaha dimulai lebih dahulu dengan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan para remaja sebagai calon ayah dan ibu, dan dengan membantu mereka dalam mengembangkan sikap yang wajar terhadap kehidupan keluarga dalam masyarakat. Termasuk pula bimbingan mereka untuk kelak menjadi ayah dan ibu yang baik serta pemberian pengertian tentang soal-soal yang bersangkutan dengan kesehatan reproduksi.

Sejarah Kebidanan

Pada suatu masa dalam sejarah evolusi manusia dalam sejarah kebidanan didunia diawali dari terdapatnya  kepercayaan diantara semua bangsa bahwa kehidupan manusia serta alam di sekitarnya dikuasai oleh kekuatan-kekuatan gaib. Kekuatan-kekuatan itu dapat mempunyai pengaruh baik atau buruk atas keselamatan manusia, termasuk kesehatannya . Oleh karena itu, orang yang sakit beserta keluarganya selalu berupaya dengan berbagai cara , agar pengaruh yang berbahaya dapat disingkirkan dari lingkungan orang yang sedang menderita.  Dalam hubungan ini terdapat orang-orang yang oleh masyarakat sekitarnya dianggap lebih mampu untuk menjadi perantara antara manusia biasa dengan kekuatan gaib. Mereka yang mempunyai kemahiran demikian merupakan golongan yang disegani dan mempunyai kedudukan yang terhormat dalam masyarakat.

Akan tetapi, disamping adanya kepercayaan yang diuraikan diatas , manusia dianugerahi pula dengan daya observasi, daya berpikir, daya menghubungkan apa yang dialami dengan apa yang dipikirkan, serta daya untuk mengumpulkan dan menyimpan pengalaman-pengalaman dalam ingatannya. Daya observasi dan daya asosiasi memungkinkan dia untuk menambah pengetahuannya mengenal anatomi dan fungsi berbagai alat dalam tubuh manusia.  Dengan pengetahuan yang terbatas dan sering salah tentang anatomi dan fisiologi alat-alat itu, ia dapat menghubungkan berbagai penyakit dengan terganggunya fungsi alat-alat tertentu. Hal itu dipakai sebagai dasar bagi usaha-usaha untuk menyembuhkan penderita dari penyakit-penyakit bersangkutan.

Lambat laun terdapat golongan orang yang dikenal dan diakui oleh masyarakat sebagai dokter, dalam arti bahwa mereka mempunyai kecakapan untuk menyembuhkan orang sakit. Demikianlah, lambat laun pada bangsa yang satu hal itu terjadi lebih cepat pada bangsa yang lain. Terdapat pemisahan antara golongan dokter dengan golongan yang melayani kebutuhan masyarakat dalam hal-hal yang bersangkutan dengan kerohanian.

Dalam sejarah manusia terdapat peradaban-peradaban termasuk juga peradaban dalam sejarah kebidanan , diantaranya di Yunani dan Romawi, di India, dan di Tiongkok, dimana praktik kedokteran sudah mencapai tingkat yang tinggi. Tanpa mengurangi jasa-jasa orang lain yang telah memajukan teori dan praktek kedokteran , perlu disebut nama Hippocrates yang hidup dari tahun 460 sampai 377 sebelum masehi dan dianggap sebagai bapak ilmu kedokteran.

Sedang para dokter pria menjalankan praktek kedokteran terhadap beraneka ragam penyakit, pertolongan terhadap wanita-wanita pada masa kehamilan dan saat persalinan hampir seluruhnya diserahkan kepada wanita-wanita penolong persalinan. Hanya bilamana timbul kesulitan yang tidak dapat mereka atasi ,barulah diminta bantuan tenaga pria-pria , karena kebanyakan diantara mereka tidak mempunyai pengalaman khusus dalam bidang kebidanan. Umumnya tidak dapat memberi pertolongan yang sempurna.

Wanita-wanita yang memberi pertolongan pada kehamilan dan persalinan, kecuali mereka yang hidup dalam zaman  Yunani dan Romawi , umumnya tidak mengetahui pengetahuan yang banyak tentang kebidanan . Mereka memperoleh pengetahuannya dari penolong-penolong bersalin lain yang menjadi gurunya dan dari apa yang mereka alami dari praktek sehari-hari. Kiranya mereka dapat disamakan dengan dukun bayi di negeri kita.

Walaupun para dokter pria pada umumnya tidak melakukan praktik dalam bidang kebidanan, namun diantara mereka terdapat orang-orang yang menaruh perhatian besar terhadap fisiologi dan patologi kehamilan dan persalinan, termasuk diantaranya Hippocrates, Soranus, Rufus, Galenus, Celsus, dan lain-lain.Uterus diketahui sebagai tempat pertumbuhan janin , dan vagina mula-mula dianggap sebagai bagian uterus kemudian diketahui sebagai alat yang mempunyai identitas sendiri. Kehamilan terjadi karena penyatuan " air mani pria " dan " air mani wanita " . Air mani pria diketahui berasal dari testis , akan tetapi karena ovarium belum dikenal , air mani wanita di duga berasal dari beberapa tempat pada tubuh wanita yang kemudian disalurkan kedalam uterus.

Pemeriksaan vaginal juga sudah dilakukan. Demikian pula versi pada kaki pada letak lintang sudah dijalankan , mula-mula pada janin mati, kemudian pada janin hidup. Seksio sesarea pada ibu yang meninggal pun sudah diketahui.Yang diuraikan diatas merupakan beberapa contoh pengetahuan dalam bidang kebidanan yang dihimpun sampai beberapa abad sesudah permulaan tahun Masehi. Dalam abad-abad berikutnya tidak tampak banyak kemajuan dalam pengetahuan tersebut. Pada umumnya para dokter yang hidup dalam zaman itu hanya mengulangi apa yang sudah diketahui sebelumnya tanpa banyak menambah pengetahuan dengan penemuan-penemuan atau pikiran-pikiran baru.Keadaan mulai berubah sesudah bedah mayat menjadi lebih umum .

Pengetahuan tentang anatomi alat-alat dalam tubuh manusia sangat diperkaya olehnya, dan pengetahuan tentang fisiologi menyusul. Dengan bedah mayat perubahan-perubahan patologik pada berbagai penyakit dapat pula lebih dikenal . Hal itu lebih memperdalam pengertian tentang berbagai penyakit dan menyempurnakan diagnostik serta pengobatannya.

Diantara ilmu-ilmu , ilmu bedah menunjukkan kemajuan yang pesat.Bersama-sama dengan perkembangan tersebut diatas mulai dari abad ke 16 para ahli bedah Perancis di bawah pimpinan Ambroise Pare memberikan banyak perhatian kepada kesulitan-kesulitan dalam persalinan yang memerlukan penyelesaian dengan jalan pembedahan . Berkat usaha mereka ilmu kebidanan khususnya bagian pembedahannya menjadi cabang ilmu bedah.

 Lambat laun, dengan lebih mendalamnya pengetahuan tentang panggul , tentang anatomi dan fisiologi alat-alat kandungan, tentang fisiologi serta patologi sebagai ilmu persalinan, ilmu kebidanan berhasil mencapai kedudukan sebagai ilmu tersendiri dalam rangka ilmu-ilmu kedokteran lainnya. Hal itu menyebabkan meningkatnya minat banyak dokter untuk khusus mencurahkan pikiran dan tenaganya dalam mengembangkan teori dan praktek kebidanan.Sementara itu dirasakan keperluan untuk menyempurnakan pendidikan para wanita yang memberi pertolongan dalam persalinan.

Dalam tahun 1513 Eucharius Roeslin menerbitkan buku pelajaran persalinan yang berjudul " Der Schwangern Frauen Und Hebammen Rosengarten ". Walaupun buku ini tidak menyiarkan hal-hal baru , namun artinya terletak dalam hal bahwa untuk pertama kali ilmu kebidanan tidak ditulis dalam bahasa latin , melainkan dalam bahasa nasional .Sekolah bidan pertama yang memberikan pelajaran teratur dibuka dalam tahun 1598 di Munchener  Gebaranstalt , yang kemudian diikuti oleh sekolah bidan lain. Yang terkenal ialah sekolah di Hotel Dieu di Paris dan Gebdranstalt des Burgerspitals di strassburg.  Sekolah yang terakhir ini menjadi contoh sekolah-sekolah bidan di jerman. Sekarang sekolah-sekolah bidan ditemukan diseluruh pelosok dunia.

Perkembangan baru, yang berdasar atas kemajuan pengetahuan dalam fisiologi dan patologi ilmu kebidanan, dimulai dalam abad ke-19 dan berlangsung terus dalam abad sekarang. Perkembangan ini menekankan hal prevensi dalam kebidanan. Lambat laun meluas kesadaran bahwa banyak penyakit dan kelainan dalam masa hamil, persalinan, dan nifas, dapat dicegah atau dapat diketahui lebih dini, sehingga dapat diusahakan dengan menghindarkan akibat-akibat buruk yang dapat ditinggalkannya. Walaupun dalam buku-buku yang diterbitkan sebelumnya soal-soal bersangkutan dengan penyakit-penyakit dalam masa hamil sudah disebut secara sepintas lalu, namun buku pertama yang khusus membahas penanganan wanita hamil ditulis dalam tahun 1837 oleh THOMAS BULL. Pinard pada tahun 1878 menulis pula tentang bahaya kelainan letak janin  dalam uterus dan menganjurkan pemeriksaan wanita hamil untuk mengetahui letak janin dalam kandungannya.

Selajutnya pada tahun 1895 beliau memberitahukan tentang adanya rumah di Paris untuk merawat wanita hamil yang terlantar, dan menerangkan bahwa bayi-bayi yang dilahirkan oleh wanita-wanita ini umumnya lebih besar dan sehat daripada wanita-wanita yang bekerja terus sampai persalinan mulai. Di Inggris ( Edinburg )  pada tahun 1899 mulai disediakan pula tempat untuk merawat wanita hamil pada The Royal Maternity Hospital.  Dokter yang paling berjasa dalam menganjurkan diadakannya pro-maternity hospital untuk wanita hamil yang memerlukan perawatan , ialah Dr. Ballentyne. Demikianlah sejarah kebidanan terlahir dan tersebar diseluruh penjuru dunia seperti yang kita lihat saat ini. Selanjutnya di Amerika Serikat ( Boston ) dilangsungkan usaha baru , dimana anggota-anggota Instructive Nursing Association mengadakan kunjungan rumah secara rutin pada wanita-wanita hamil. Akhirnya, dalam tahun 1911 didirikan klinik Antenatal di Boston Lying-in Hospital  untuk pemeriksaan dan penanggulangan wanita hamil. Prakarsa ini di contoh oleh negara-negara lain dan kini klinik antenatal sudah tersebar diseluruh dunia . Dengan hal ini dan dengan peningkatan usaha pencegahan pada pertolongan persalinan , kebidanan memasuki lingkungan preventive health .

Share artikel " Sejarah Kebidanan Pada Masa Lampau, Kini, Dan Kelak " melalui tab sosial media dibawah ini. Semoga artikel " Sejarah Kebidanan Pada Masa Lampau, Kini, Dan Kelak " ini bermanfaat buat para calon bidan dan kita semua . Artikel lainnya seputar kebidanan pada tab "kebidanan " diatas. Sekian dan Terima Kasih.  







 
Top