Bagikan Juga!!

A. Lembaga Mengomunikasikan Diri
   
Teknik Menyusun Profil Lembaga
Teknik Menyusun Profil Lembaga - Dalam era kompetisi antar lembaga atau perusahaan yang sangat ketat saat ini, Maka lembaga atau perusahaan yang dekat dengan para pelanggan yang akan mampu bertahan.
leh karena itu, tidak ada resep yang manjur , kecuali lembaga atau perusahaan segera membangun komunikasi dengan masyarakat.

     Sudah saatnya perusahaan untuk membuka dan mengomunikasikan diri , agar masyarakat tidak asing dan mendapatkan jaminan untuk mengonsumsi produk dan jasa yang diproduksinya. Jika perusahaan tidak mengomunikasikan dirinya , maka masyarakat akan merasa asing dan mereka akan segera meninggalkan perusahaan atau lembaga tersebut.

    Proses untuk mengomunikasikan diri dapat dilakukan oleh lembaga atau perusahaan dengan menyajikan informasi atau tulisan tentang dirinya, produk dan jasa yang dihasilkan dalam bentuk buku atau situs web. Disamping itu, lembaga dan perusahaan juga dapat mengumbar " Rayuan " kepada masyarakat untuk meningkatkan penjualannya.

    Komunikasi yang intensif dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.Selain itu, pelanggan dapat merasa aman dan nyaman, serta merasa memiliki jaminan untuk mengosumsi produk produk perusahaan.

    Lembaga atau perusahaan yang tidak membangun komunikasi yang tidak intensif berarti lembaga itu mengasingkan dirinya dari masyarakat. Sementara itu, masyarakat tidak mengenalnya,sehingga lembaga dan perusahaan dapat mengalami kebangkrutan, karena ditinggalkan masyarakat.

    Oleh karena itu, lembaga membutuhkan peran infopreneur , khususnya para penulis agar mereka dapat membantu lembaga dalam proses komunikasi dengan masyrakat luas . Tentu saja model komunikasi tekstual ini membutuhkan penulis yang handal dalam menuangkan informasi tentang lembaga yang bersangkutan .

B Web Profil Vs Pemasaran

Web profil Vs Pemasaran
Di era internet ini , lembaga atau perusahaan telah berlomba-lomba mengomunikasika dirinya melalui pembangunan situs web ,Beragam model desain telah dimunculkan untyuk menciptakan daya tarik dan meningkatkan lama waktu kunjungan web dari masyrakat.

Secara umum, web yang dikembangkan oleh lembaga atau perusahaan itu dapat digolongkan dalam 2 bentuk dasar ( Kotler, 2002, Hal 760 ) , Yaitu :




  • Situs Web perusahaan yang berisi tentang riwayat perusahaan , misi dan filosofi , produk dan jasa , serta lokasinya. Lembaga sering kali juga menyajikan peristiwa-peristiwa terkini , seperti prestasi-prestasi yang berhasil diperoleh baik dari pemerintah maupun lembaga swasta lainnya. Lembaga juga dapat menyajikan kinerja keuangan dan peluang kerja melalui situs internet. Situs ini berfungsi untuk menunjukkan eksistensi lembaga.
  • Situs web pemasaran yang dirancang untuk membawa calon pelanggan dan pelanggan untuk semakin dekat pada keputusan pembelian . Situs web tersebut mencakup catalog , tips belanja , serta keistimewaan promosi lainnya, seperti kupon, peristiwa penjualan atau kontes.
Tidak ada yang lebih penting dari kedua macam web tersebut, karena masyarakat perlu mengetahui informasi tentang profil lembaga, sekaligus web tersebut memiliki daya pemasaran agar dapat membawa masyarakat semakin dekat dengan keputusan pembelian.

Perusahaan yang ingin meningkatkan target penjualan sudah selayaknya untuk membangun situs web pemasaran yang memiliki fungsi untuk mengomunikasikan dan mentransfer nilai kepada para pelanggan. Situs itu juga akan menjadi sarana untuk mengelola relasi dengan pelanggan dalam usaha-usaha yang bermanfaat bagi lembaga dan pihak pihak terkait.

Oleh karena itu, situs web pemasaran harus dapat mengandung karakter pemasar yang dapat menarik para pengakses untuk mengenal produk yang ditawarkan hingga akhirnya mengosumsinya. Web pemasaran juga harus dapat menggambarkan dan mengomunikasikan nilai-nilai perusahaan yang akan membangkitkan kepercayaan para pengakses terhadap produk produk perusahaan.

C Ragam Konten

Ada banyak pilihan terhadap ragam konten dari sebuah profil lembaga. Dimana lembaga dapat menyajikan informasi tentang sejarah berdirinya lembaga ; idealisme, gagasan, visi dan misi lembaga ; kilas sejarah pendiri, hingga laporan perkembangan, prestasi dan reputasi lembaga atau perusahaan.


Konten profil lembaga perlu disusun , agar lembaga dapat mengomunikasikan dirinya agar dikenal masyarakat, relasi, jejaring, dan para pelanggannya. Komunikasi yang hangat akan melahirkan dan menumbuh embangkan kepercayaan semua pihak . Kepercayaan tersebut sangat penting, karena kepercayaan akan menjadi dasar terjadinya transaksi dari para pelanggannya.

Di dalam profil lembaga akan dipaparkan sejarah perusahaan, gambaran visi, misi, dan program kerja perusahaan, produk produk perusahaan, prestasi dan reputasi perusahaan, rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang perusahaan, rencana pengembangan lini lini usaha baru , keputusan-keputusan untuk menambah investasi teknologi baru, profil sumber daya manusia baik pengelola maupun staf , dan informasi-informasi relevan lainnya yang berpengaruh terhadap masyarakat. Dengan mengenal profil lembaga tersebut, masyarakat akan semakin dekat dan bangga dengan produk produk lembaga.

Selain konten tersebut, pada bagian profil lembaga juga dapat disajikan konten laporan perkembangan lembaga disusun untuk dibagikan kepada semua pihak yang berkepentingan, agar dapat menjadi acuan dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga dan manajerialnya, serta menilai tingkat keberlangsungannya. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut antara lain para komisaris , pemegang saham, pengelola perusahaan, serta masyarakat.

Secara umum, konten laporan akan berisi kondisi awal, kebijakan dan target, tingkat produksi, penjualan, keuangan, neraca , laporan rugi/laba, program atau kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah dilaksanakannya. Laporan disajikan dengan bahasa yang lugas . Seluruh perkembangan perusahaan dipaparkan secara singkat dan jelas , tidak sebaiknya bertele-tele , sehingga laporan itu cepat dipahami oleh pembacanya. Konten laporan dapat dilengkapi dengan grafik perkembangan usaha, foto kegiatan, tabel-tabel neraca dan rugi laba.

D. Penyusunan Profil

Untuk menyusun buku profil diperlukan suatu ketrampilan dari penulis untuk membuat suatu skenario , agar informasi tersaji dengan menarik dan tidak membuat bosan pembaca. Penulis memang perlu memaparkan seluruh informasi tentang lembaga, tetapi pemaparan itu jangan sampai terasa menggurui atau pamer kesombongan.

Pada waktu menyusun skenario , penulis sering dihadapkan pada sejumlah kesulitan. Penulis yang berasal dari lembaga sendiri dihadapkan pada keinginan untuk mengungkapkan semua informasi , karena ia mengetahui dan memiliki dokumentasi seluruh peristiwa dalam lembaga. Hal itu akan membuat penulis kesulitan dalam mengatur skenario dan membatasi ketebalan buku.

Sementara itu, bagi penulis diluar lingkungan lembaga sebaliknya ia tidak tahu apa yang harus dikomunikasikannya kepada masyarakat. Penulis membutuhkan waktu untuk mempelajari semua informasi dan dokumen yang ada sebelum menyusun skenario profil lembaga .

Skenario ini perlu dibuat , agar penulis dapat menentukan peletakan informasi secara tepat dan pembaca dapat menikmati profil lembaga sebagai sebuah bacaan yang menyenangkan , bukan sebaliknya sebuah sejarah yang membosankan .


E. Foto-Foto Dokumentasi

Foto-Foto Dokumentasi
Dalam penyusunan profil lembaga , penyertaan foto-foto dokumentasi tentu akan mempercantik dan membangkitkan emosi tersendiri. Namun, peletakan foto-foto perlu disesuaikan dengan skenario yang telah disusun.

Selain itu, foto yang dimuat harus dapat " berbicara " lebih dengan para pembacanya tentang kejadian dan peristiwa penting yang dialami lembaga ,kualitas produk, serta pasar sasaran yang dituju.Kesulitan penulis dalam menyusun profil lembaga juga dikarenakan foto-foto yang tersedia kurang dapat " berbicara " tentang kejadian yang direkam tersebut. Seringkali fotographer lebih berfokus pada orang-orang atau objek bendanya, daripada suasana atau peristiwanya. Artinya, fotographer sering melewatkan tulisan-tulisan yang tertera pada banner atau spanduk yang memberikan informasi tentang peristiwa yang terjadi.

Foto-foto yang hanya mengambil gambar orang-orang atau objek benda tanpa memperhatikan peristiwanya akan sulit " berbicara " kepada para pemirsanya, karena foto itu tidak dapat mengungkapkan kapan, dimana, dalam rangka apa foto itu dibuat.

Oleh karena itu, bagi lembaga yang sadar akan peristiwa akan membuat dokumentasi foto-foto yang dapat " berbicara " sendiri kepada pemirsanya. Dengan demikian , penulis tidak mengalami kesulitan dalam menyusun sebuah profil lembaga.



Artikel Menarik : Cara Membuat Rambut Anda Tumbuh Dengan Cepat






 
Top