Bagikan Juga!!

Obat Untuk Wanita Hamil Dan Janinnya

Obat Untuk Wanita Hamil Dan Janinnya
Obat Untuk Wanita Hamil Dan Janinnya

Obat Untuk Wanita Hamil Dan Janinnya - Pemberian obat pada wanita hamil harus dipikirkan efek obat terhadap ibu dan tidak boleh melupakan pengaruh atau efek samping obat pada janin. Keberadaan obat pada wanita hamil dapat ditinjau dari 3 kompartemen, yaitu kompartemen ibu, kompartemen plasenta, dan kompartemen fetal.

Pada wanita hamil tumbuh unit fetoplasental dalam uterus. Hormon plasenta mempengaruhi fungsi traktus digestivus dan motilitas usus. Demikian juga filtrasi glomerulus meningkat. Resorbsi inhalasi alveoli paru bertambah.Pada awal trimester dua dan tiga akan terjadi hidraemia, volume darah meningkat sehingga kadar obat relatif turun. Kadar albumin relatif menurun sehingga pengikat obat bebas berkurang. Maka, obat bebas dalam darah ibu meningkat.

Pada unit fetoplasental terjadi pula filtrasi obat. Plasenta sebagai obat semi permiabel dapat mengurangi atau mengubah obat pada sawar plasenta. Demikian pula obat yang msuk sirkulasi fetal , dosis obat dapat berpengaruh baik juga dapat berpengaruh buruk pada organ-organ vital janin. Hal ini dapat meningkatkan kelainan organ atau pertumbuhan janin intrauterin. Jenis obat, dosis yang tinggi, dan lama paparannya akan berpengaruh tertogenik pada janin, terutama pada trimester satu. Untuk itu perlu dipikirkan mengenai farmakokinetik obat pada wanita hamil dan pengaruhnya pada kesejahteraan janin dan efek negatifnya.

Farmakokinetik Obat Fetomaternal

Perubahan Pada Traktus Digestivus

  • Motilitas usus berkurang.
  • Peningkatan sekresi mukosa, pH gaster meningkat ( 40% lebih tinggi daripada wanita tak hamil ).
  • Mual akan mempengaruhi dosis obat yang  masuk traktus digestivus.
Mortilitas usus yang berkurang akan memperlama obat berada di traktus digestivus. Pengosongan lambung lebih lambat 50% . Peningkatan pH gaster berakibat bufer asam basa terganggu.  Resorbsi makanan dan obat menurun, sehingga efek teratopoetik obat berkurang.

Dengan banyaknya mual dan muntah makanan dan minuman yang masuk ke usus berkurang bahkan tidak ada. Obat-obat yang masuk akan sulit apalagi bila formula obat menambah pH gaster. Komposisi makanan yang merangsang akan menambah cairan gaster yang dimuntahkan . Oleh karena itu, akan terkondisi suatu keadaan alkalosis pada darah ibu . Bila tidak ada makanan yang masuk , dan absorbsi sulit atau berkurang , maka akan diikuti metabolisme lemak dan protein yang menyebabkan asidosis darah ibu.

Pengaruh Pada Paru-Paru

Dengan adanya hormon plasenta, terutama progesteron, maka terjadi vasodilatasi kapilar alveoli. Volume plasma bertambah , curah jantung bertambah , sirkulasi pulmonal bertambah. Oleh karena itu, obat-obat inhalasi perlu dipikirkan dosisnya , jangan sampai berlebihan.

Distribusi Obat

Plasma darah dalam sirkulasi ibu hamil mulai trimester dua akan bertambah antara 50% - 60% . Hal ini mengakibatkan curah jantung meningkat dan filtrasi glomerulus ginjal meningkat.Volume darah/plasma meningkat sampai 8000 cc . Tambahan volume darah di plasenta, janin dan amnion ( 60% ) dalam darah ibu 40%. Sirkulasi darah bertambah di plasenta 80% serta pada miometrium 20%. Dengan demikian , kadar obat dalam sirkulasi wanita hamil , didistribusinya dalam organ relatif tidak sama.



Mau Dapat Uang Saat Internetan, Tanpa Modal Dan Bukan Tipu-Tipu : Klik Disini



 
Top