Bagikan Juga!!


UJIAN NASIONAL CONTOH KETIDAKADILAN.


UJIAN NASIONAL CONTOH KETIDAK ADILAN.
UJIAN NASIONAL CONTOH KETIDAKADILAN. 

Dilaksanakannya Ujian Nasional yang akan dilakukan mulai bulan April 2009 merupakan bukti ketidak adilan dalam pendidikan Nasional apalagi jika kriteria kelulusannya di samakan ( SMA 5,5 ) al ini dapat dilihat dari beberapa aspek yang perlu dikaji ulang oleh Pemerintah.
1. Dilihat dari mutu pendidik. Mutu Pendidik di daerah perkotaan, pedesaan, jawa, dan di luar jawa yang sangat heterogen .Pendidik yang mempunyai latar belakang pendidikan yang sama akan memiliki percepatan yang berbeda baik dari strategi pengajaran teknik pengajaran dan bahkan penerimaan informasi yang mendukung dalam PBM. bukti nyata adanya sosialisasi, pelatihan dan yang lain sering dilaksanakan guru - guru yang bahkan di perkotaan dan SMA yang telah maju. sedang di luar sana belum tentu semuanya mengebyamnya sehingga informasi kurang dipahami,secara tidak langsung nutu pendidik yang berbeda proses pembelajaran berbeda dan hasil yang berbeda. jika diukur dengan tolok ukur sama lalu ?
2. Peserta didik yang beragam dengan latar belakang sosial ekonomi, dan budaya yang beragam pula sehingga menimbulkan perbedaan pula dalam cara menelaah maupun menerima proses pembelajaran yang dilakukan. Seorang anak di Jakarta dan anak di Jawa tengh yang di desa hidup dilingkungan petani kecil. Motifasi belajarnya dan kesempatan belajarnya sampai sumber bahan ajarnya akan berbeda . anak dikota tahu teknologi cari bahan ajar mudah sehingga kesemuanya ini mempengaruhi juga daya serap dalam proses Pembelajaran.dan masih banyak kajian lain dalam hal ini.
3. Sarana dan Prasarana sekolah yang beragam . Perlu diketahui pada sekolah yang telah maju , sering pemerintah jika akan mengubah kebijakan maupun kurikulum yang diperbarui hanya menilik dari sekolah maju sebagai sarana uji coba misalnya dengan adanya pemberlakuan SSN , SKM dan yang lain sekolah unggulan yang memeng baik digunakan uji coba dengan kucuran dana yang lebih besar sedangkan setelah dianggap relefan dan dapat digunakan sekolah yang lain diwajibkan untuk mengikutinya. lantas apa yang dia perbuat. jika kita mau instropeksi diadakannya pembelajaran berbasis ICT / Teknologi masih banyak sekolah pinggiran yang belum mempunyai sarana computer untuk latihan siswanya.lantas bagai mana yang terjadi pelajaran komputer , pelajaran IPA seperti pelajaran Sastra . Hanya mendengar dan tidak pernah praktek. lantas kondisi ini diukur kebersilanya dengan tolok ukur yang sama bagaimana asilnya ?
4. Dan masih bayak faktor lagi misalkan tradisi , Budaya,Ltak Geografis yang berbeda semua juga mempengarui proses beljar yang berbeda juga hasil yang tidak sama.

DARI URAIAN DIATAS LANTAS BAGAI MANA SEHARUSNYA

Ujian Nasional Pasti Tetap di jalankan Untuk mengetahui potensi dan kemajuan peserta didik diukur secara Nasional sehingga mengetahui sekolah mana yang telah maju maupun sekolah mana yang belum berkembang dilihat dari hasil ujiannya. sehingga Pemerintah dalam membuat kebijakan harus disesuaikan dengan peta lokasi yang membutuhkan dan jenis kebijakan yang lain supaya pendidikan maju secara Merata.
Tetapi tolok ukur kelulusan di masing masing sekolah dapat ditentukan sendiri oleh sekolah . dan pada akhirnya wajib belajar akan terpenui dan kelulusan akan terseleksi dengan sendirinya dan jangan kawatir bagi penerimaan sekolah pun dapat dilihat dari hasil ujiannya. walaupun ada siswa yang tidak dapat sekolah tetapi diapun bisa lulus. dan yang seperti ini dialah yang akan terjun di dunia kerja sesuai skillnya.
Diposkan oleh drskusmonohadi di 19.32
Pendidikan Indonesia di 2012 Penuh dengan Ketidakadilan

Kamis, 3 Januari 2013 - 08:29 wib |

Foto : Okezone
JAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) bekerjasama dengan Indonesian Corruption Watch (ICW), dan beberapa lembaga pendidikan lainnya menyampaikan, pada 2012 ini pendidikan Indonesia penuh dengan ketidakadilan.
Bertempat di Kantor ICW, Rabu 2 Januari, mereka mengungkap, bentuk ketidakadilan pendidikan di Tanah Air pada 2012, meliputi :

Komersialisasi Pendidikan: Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI)
RSBI hanya menimbulkan kesenjangan sosial baru di kalangan warga negara karena hanya melayani anak-anak yang berkualitas dari kalangan ekonomi menengah atas. Hal ini membatasi akses masyarakat yang kurang mampu dan menghalangi kesempatan warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan bermutu.

Ketidakadilan dalam Ujian Nasional (UN)
Ketidakadilan dalam UN terlihat ketika sekolah di Indonesia dengan kualitas yang berbeda-beda harus menggunakan UN dengan standar yang sama sebagai alat ukur kelulusan siswanya. Seringkali soal-soal UN yang dibuat berorientasi pada situasi pendidikan di daerah pusat seperti Jakarta dan kurang memperhatikan kondisi di daerah-daerah kecil.

Kekerasan dalam Pendidikan
Pada 2012, pendidikan Indonesia diwarnai oleh berbagai bentuk kekerasan. Salah satunya adalah perkelahian antara siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta yang sempat menjadi sorotan publik. Dalam peristiwa tersebut seorang siswa SMAN 6 Jakarta pun terpaksa merenggang nyawa. Selain itu, berbagai kasus tawuran pelajar pun sering kali terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Uji Kompetensi Guru (UKG)
Sejak Agustus 2012, pemerintah mulai melaksanakan UKG secara online. Hal itu dinilai sebagai salah satu bentuk ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan dilakukan secara online, guru hanya dinilai melalui ujian semata untuk melihat kemampuannya secara online. Padahal, guru-guru di daerah pedalaman masih banyak yang tidak melek teknologi dan sulit terjangkau oleh sinyal.

Perubahan Kurikulum
FSGI dan lembaga pendidikan lainnya menilai, perubahan kurikulum bukanlah hal yang mendesak, karena yang harus diperbaiki terlebih dahulu adalah kualitas tenaga pengajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan anggaran yang begitu besar untuk menjalankan kurikulum baru ini. Salah satunya seperti anggaran yang disediakan untuk pengadaan buku yang mencapai Rp10 triliun, sedangkan dana untuk pelatihan guru tidak dianggarkan.
Terlihat kesenjangan yang begitu jelas dalam hal tersebut. Guru dituntut untuk menerapkan kurikulum baru, namun guru sendiri belum memiliki kemampuan yang baik untuk menerapkannya di kelas.

Akses Pendidikan
Saat ini, masih banyak anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan karena sulitnya mendapatkan jalan untuk bersekolah. Permasalahan akses pendidikan ini tidak hanya terjadi di daerah terpencil, melainkan juga di daerah perkotaan seperti Jakarta. Akses pendidikan di daerah perkotaan bermasalah karena persebaran sekolah yang berkualitas tidak merata. Selain itu, adanya persyaratan administrasi yang cukup memberatkan, seperti kartu keluarga dan akta kelahiran, menjadi penyebab lain sulitnya anak-anak untuk mengenyam pendidikan.


Mau Dapat Uang Saat Internetan, Tanpa Modal Dan Bukan Tipu-Tipu : Klik Disini



 
Top