Bagikan Juga!!


Pengaruh kualitas Suara Presentation Transcript

Pengaruh kualitas Suara Presentation Transcript
Pengaruh kualitas Suara Presentation Transcript

  • PENGARUH KUALITAS SUARA Kompetensi : Melakukan Instalasi Sound System 064.KK.02
  • Tujuan dapat memahami pengaruh jenis speaker terhadap pengaruh kualitassuara Teknologi dan Rekayasa

    MACAM-MACAM LOUDSPEAKER

    MACAM-MACAM LOUDSPEAKER
    MACAM-MACAM LOUDSPEAKER


    Hidup adalah anugrah, banyak hal dalam hidup ini yang harus kita lalui. Kadang kala semua itu buat kita lemah,jenuh bahkan putus asa. Ada baiknya kita hibur diri dan pikiran dengan alunan music sambil baca artikel ini. Jika sobat setuju klik play pada video berikut. Terima kasih...!!!




    1. Kabinet tinggi dan menengah Jenis ini sangat baik untuk menghasilkan suara dengan frekuensi 1KHz keatas sampai 19Khz antara lain suara gitar, snare drum, vokal Teknologi dan Rekayasa

    2. Kabinet Woofer Jenis ini sangat baik untuk menghasilkan suara bas dan bas menengah seperti tom-tom, beduk, bas gitar, dll. Teknologi dan Rekayasa

    �         5. 3. Sub Woofer Speaker jenis ini menghasilkan suara lebih rendah dari woofer Teknologi dan Rekayasa

    �         6. 4. Full Range Speaker jenis ini mampu menghasilkan suara yang merata antara 20Hz sampai sekitar 19KHz Teknologi dan Rekayasa

    �         7. 5. Speaker Monitor Sama dengan karakteristik yang dimiliki oleh Full Range tetapi fungsinya sebagai monitor pemain musik yang sedang beraksi Teknologi dan Rekayasa

    �         8. 6. Fill in Speaker Untuk pemakaian di panggung, speaker ini berfungsi sebagai monitor oleh pembawa acara atau pemain musik yang tampil Teknologi dan Rekayasa

    �         9. 7. Array Karakteristik speakernya sama dengan high and medium kabinet hanya saja memposisikannya yang berbeda. Array speaker ini dipasang dalam sebuah mountain rak Teknologi dan Rekayasa

    �         10. KWALITAS SUARATingkat suara mikropon pembicara dan pendengar Bidang suara loudspeaker Penguatan Akustik Potensial Teknologi dan Rekayasa

    �         11. ISTILAH ISTILAH DALAM TATA SUARA LANGSUNG1. FOH (Front Of House) FOH merupakan ruang kontrol sebuah sistim tata suara langsung, letaknya didepan panggung utama dengan posisi ditengah Teknologi dan Rekayasa

    �         12. 2. Stage Spliter Stage Spliter digunakan untuk membagi input dari panggung ke Mixer FOH dan Monitor Teknologi dan Rekayasa                              Menentukan Posisi Loudspeaker
    1. Menemukan sweet spot yang optimal

    A. Titik dengar dan loudspeaker harus membentuk segi tiga sama sisi. Jika tidak anda tidak akan pernah mendengar soundstaging yang bagus dan menakjubkan. Faktor penting dalam mendapatkan suara yang bagus adalah hubungan geometriks dua speaker dan pendengar. Pendengar harus duduk tepat dengan keduaspeaker, jarak pendengar ke speaker sebaiknya lebih besar disbanding dengan jarak antara speaker. Gambar 1 menunjukan speaker dan posisi dengar. Singkatnya posisi dengar dimana musik akan terfokus jelas dengan latar musik yang terbentang dinamai: sweet spot.

    B. Semakin besar jarak antar speaker akan memberi efek latar musik yang semakin luas. Pada tahap ini anda dipersilakan untuk melakukan eksperimen untuk mendapatkan latar musik yang optimal.

    C. Semakin besar jarak titik dengar ke speaker memberikan fokus suara yang lebih baik. Untuk tahap ini anda harus melakukan beberapa kali ekperimen untuk mendapatkan fokus musik yang optimal.

    D. Tetapi sayangnya point B dan C saling bertolak belakang. Jika anda mendapatkan latar musik yang lebar maka fokus musik menjadi kurang tegas dan sebaliknya. Untuk itu anda harus melakukan beberapa kali eksperimen sehingga didapat hasil yang optimal antara latar musik yang lebar dan fokus musik yang tegas.

    2. Menemukan keseimbangan nada rendah dan nada tinggi yang optimal

    A. Jarak speaker ke dinding bagian belakang speaker mempengaruhi besar-kecil nada rendah. Semakin dekat speaker ke dinding akan memperkuat repro nada rendah bass membuat repro musik menjadi lebih berat. Tetapi ada beberapa rancangan speaker khusus untuk didekatkan ke dinding; mereka memerlukan penguatan untuk keseimbangan frekuensi. Suara loudspeaker terdengar kecil jika ditempatkan jauh dari dinding. Ketika speaker ditempatkan dekat dinding enegi bass akan terpantul ke ruang dengar dengan fase yang sama dengan suara bass dari speaker. Artinya pantulan nada rendah memperkuat nada rendah yang keluar dari speaker.

    B. Semakin kecil jarak speaker dinding samping juga memperkuat nada rendah. Penempatan yang tepat akan memberikan keseimbangan frekuensi musik. Penempatan yang kurang tepat menyebabkan penggemukan pada nada tertentu dan kolorasi nada rendah dan mid.

    C. Jarak speaker ke dinding bagian belakang speaker dan jarak speaker ke dinding samping tidak boleh sama besar. Yang harus dihindari adalah jarak speakerke dinding samping jangan 1/3 jarak speaker ke dinding belakang. Sebaiknya jika jarak speaker ke dinding samping adalah 60 cm maka jarak speaker ke dinding belakang sebaiknya 80 cm. Ada beberapa pabrik speaker yang memberikan rekomendasi jarak ideal speaker mereka ke dinding.


    D. Yang terpenting jarak speaker ke dinding samping mempengaruhi besar-kecil suara pantulan dinding samping ke pendengar. Semakin besar suara pantulan dinding samping yang didengar pendengar semakin jelek kualitas musik yang terdengar. Point ini akan kami bahas dengan detaik pada artikel kami selanjutnya.

    3. Menemukan posisi speaker dan pendengar di titik netral resonansi dan standing wave.

    A. Karakteristik resonansi ruang yang dipengaruhi oleh dimensi ruang (baca artikel akustik #1). Efek resonansi menghasilkan penggemukan pada frekuensi tertentu dan perlemahan frekuensi tertentu yang menyebabkan bass boomy. Jika ruang dengar dimensi nya ideal maka distribusi resonansi lebih merata pada tiap frekuensi menghasilkan bass yang lebih baik dan midrange yang bersih dari selaput bass yang boomy. Sebagai pelengkap artikel #1 selain dimensi ruang yang ideal penempatan speaker juga mempengaruhi resonansi suara.

    B. Resonansi ruang yang sering disebut standing wave memberikan seperti gelombang air di dalam ember yang dijatuhkan setetes air. Pola standing wave ini memberikan distribusi keseimbangan frekuensi yang berbeda beda. Ada posisi null atau peak. Biasanya posisi ideal speaker di letakan pada 1/5 panjang ruang atau 1/3 panjang ruang dan posisi titik dengar adalah 2/3 dari panjang ruang. Pada posisi tersebut akan terdengar suara vocal dengan jernih tanpa diselimuti dengungan bass dan fokus musik dan latar musik yang jelas dan jernih.

    4. Menemukan suara tiga dimensi yang memilki lapisan � lapisan musik

    Secara umum jarak dinding ke belakang loudspeaker mempengaruhi kedalaman soundstage. Semakin besar jarak speaker ke dinding semakin dalam sound stage yang kita dengar. Tariklah speaker keluar beberapa puluh centi menjauhi dinding kita dapat mendengar perbedaannya antara sound stage yang tumpuk menumpuk dan sound stage musik yang membentuk proyeksi suara tiga dimensi yang dalam. Akan tampak musisi lapis depan, kemudian musisi lapis tengah dan musisi lapis belakang. Sayangnya banyak perangkat audio yang ditaruh di ruang tamu atau ruang keluarga yang tidak memungkinkan untuk meletakan speaker jauh dari dinding.

    5. Menemukan keseimbangan frekuensi suara dengan mengatur ketinggian posisi dengar.

    Beberapa speaker memiliki frekuensi yang berbeda pada jika kita duduk pada ketinggian yang berbeda beda. Ketika telinga kita sama tinggi dengan posisi tweeter kita merasakan suara yang lebih open tetapi jika telinga kita dibawah posisi tweeter maka kita merasa suara yang lebih ngebass. Kebanyakkan speaker memiliki posisi tweeters sekitar 90cm sampai 120cm dari lantai. Jika anda memiliki kursi yang dapat disetel ketinggian duduknya maka masalah ini dapat di atasi.

    Besaran pengaruh perbedaan suara ini berbeda beda pada masing masing speaker. Ada speaker dengan tweeter yang aliran suara yang melebar memiliki pengaruh yang kecil terhadap perbedaan tinggi tempat duduk. Pilihlah sebuah kursi dengar dimana kedudukan telinga anda di posisi optimal sumbu tweeter akan membantu mendapatkan keseimbangan nada tinggi.

    6. Menemukan keseimbangan frekuensi, latar musik dan fokus musik dengan toe in.

    Terakhir adalah toe in. Toe-in menghadapkan speaker ke dalam kearah pendengar. Tidak ada aturan yang khusus untuk melakukan toe-in. Anda dipersilakan untuk melakukan beberapa eksperimen. Beberapa speaker memerlukan toe-in dan beberapa speaker tidak perlu. Efek toe-in mempengaruhi aspek musik dalam hal keseimbangan frekuensi tinggi dan mid, fokus musik, soundstage, suasana ruang dimana musik direkam , dan suara menjadi langsung.

    Biasanya speaker terdengar lebih bright jika kita melakukan toe in. Jika suara yang keluar dari speaker cenderung butek anda dapat melakukan toe in untuk mendapat repro yang lebih bright. Beberapa model speaker dirancang untuk didengar tanpa toe-in akan menjadi sangat bright jika di letakan dengan toe in. Prinsip dasarnya adalah speaker toe-in dirancang bersuara optimal dengan energi suara langsung lebih banyak sampai ke telinga pendengar dan energi suara pantulan lebih sedikit Sedang speaker non toe-in berlaku sebaliknya.

    Pengalaman adalah guru terbaik. Saran kami supaya anda mahir dalam menguasai keenam jurus diatas diperlukan banyak pengalaman mendengar dan mencoba segala posisi penempatan.



     
    Top