Bagikan Juga!!

Suku Besar Mbaham Matta terbagi dalam 12 Sub Marga mendiami dataran pesisir selatan Pulau Papua. Dikenal dengan sebutan manusia batu atau negri penghasil buah Pala. Tersebar di 9 Kecamatan, 5 Kelurahan dan 120 Kampung. Mereka sudah ada sebelum Negara atau siapapun pihak luar hadir disini. Laut dan Darat bahkan sungai, tempat dimana orang Mbaham Matta menggantungkan hidup selama berabad-abad hingga sekarang.

ritual adat Mbaham matta menyerahkan nasib kebijakan negri ini kepada leluhur publikasi_pusaka Mbaham-Matta02
ritual adat Mbaham matta menyerahkan nasib kebijakan negri ini kepada leluhur publikasi_pusaka Mbaham-Matta02

Kaya akan sumber daya alam di laut dan didarat, negri Mbaham Matta kaya akan spirit leluhur moyang yang terus di jaga sampai sekarang. Kerukunan Bergama di Tanah ini begitu demokratis. Tiada prasangka buruk dari penganut agama modern satu ke lainnya. Warga Fakfak tidak mengenal perbedaan dalam beragama. Mereka disatukan dalam leluhur mereka (agama adat) yang sampai sekarang dipegang sebagai pegangan hidup sembari agamawi (Kristen-Islam) yang juga mereka anuti.

salah satu tempat keramat dari mrga besar Mbaham Matta, leluhur terdahulu, publikasi_pusaka Mbaham-Matta05
salah satu tempat keramat dari mrga besar Mbaham Matta, leluhur terdahulu, publikasi_pusaka Mbaham-Matta05

Dusun sagu, dusun pala, kekayaan laut berupa rumput laut dan aneka ikan, tumbuhan manggrof dan pepohonan lainnya, semuanya menjadi sumber penghidupan bagi seluruh mahluk hidup disini. Tatkala negri ini punya ribuan situs leluhur yang merupakan spirit utama mereka dalam memahami alam dan dinamika social dalam interaksi sehari-hari.
Gambaran Umum
Provinsi Papua Barat secara geografis terletak pada 124°-132° Bujur Timur dan 0°-4° Lintang Selatan, tepat berada di bawah garis khatulistiwa dengan ketinggian 0-100 meter dari permukaan laut. Kabupaten Fakfak merupakan kabupaten tertinggi dengan ketinggian 10-100 meter diatas permukaan laut, sedangkan kota-kota lainnnya berkisar antara 10-50 meter diatas permukaan laut. Batas geografis Provinsi Papua Barat adalah :
Sebelah Utara          : Samudera Pasifik
Sebelah Selatan      : Laut Banda (Provinsi Maluku)
Sebelah Barat          : Laut Seram (Provinsi Maluku)
Sebelah Timur          : Provinsi Papua

sasi adat alamiah, warga adat percaya ini tanda ada penjaga sepanjang sungai ini,publikasi_pusaka Mbaham-Matta09
sasi adat alamiah, warga adat percaya ini tanda ada penjaga sepanjang sungai ini,publikasi_pusaka Mbaham-Matta09

Wilayah Provinsi Papua Barat memiliki 11 wilayah Pemerintahan Daerah yang terdiri dari 10Kabupaten dan 1 Kota,156distrik,78 kelurahan, dan 1.324 kampung dengan luas wilayah Provinsi Papua Barat secara keseluruhansebesar 97.017 km².
Menurut kajian Unipa, Fakfak memiliki Stok Karbon Provinsi Papua Barat. Dengan Luas 985.612 hektar area (HA) itu stok karbon (ton c) 164.952.295. Sementara Indikasi Program Utama Lima Tahunan pada Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua Barat 2013-2026, perwujudan sistem perkotaan Provinsi Papua Barat terutama diarahkan untuk memantapkan fungsi dan peranan kota-kota yang ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) yaitu Kota Sorong, Manokwari, Fakfak, dan Ayamaru.
Khusus untuk daerah Mbaham Matta terdapat; (1), Pengembangan Peningkatan kapasitas bandara udara Torea, (2), Peningkatan kapasitas pelabuhan laut, (3), Pengembangan Kawasan Agropolitan, (4), Pengembangan pusat pertumbuhan baru di Bombray, (5), Pengembangan pasar induk, (6), Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, (7), Peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan, (8), Pembangunan lembaga keuangan perbankan, koperasi dan lembaga perkreditan lainnya, (9), Peningkatan aksesibilitas melalui peningkatan pelayanan dan pemeliharaan jalan.

tanda-tanda di tebing batu karang di pesisir Mbaham Mattapublikasi_pusaka Mbaham-Matta06
tanda-tanda di tebing batu karang di pesisir Mbaham Mattapublikasi_pusaka Mbaham-Matta06

Selain proyek LNG Tangguh, perusahaan Sawit juga beroperasi. PT. Rimbun Sawit Papua, Fakfak: Surat Menhut Nomor SK.1/Menhut-II/2014, tanggal 1 Jan 2014, dengan lahan seluas 25.286 ha, PT. Berkat Setiakawan Abadi, Teluk Wondama: SK Menhut Nomor SK.13/Menhut-II/2014, tanggal 6 Jan 2014, dengan lahan seluas 8.937,39 ha
Ruang Hidup Orang Mbaham Matta
“Hentikan Investasi Berkedok Kemakmuran Rakyat, Demi Menyelamatkan Ruang Hidup Masyarakat Mbaham-Matta Untuk Masa Depan Yang Lebih Baik, Serta Terwujudnya Pengakuan Atas Hak Masyarakat Adat Papua Dengan Jalan Perjuangan, Bukan Karena Hadiah Dan Kemurahan Hati Dari Penguasa”
Jangan tebang pohon itu, jangan rusak batu itu, jangan rusak kebun pala, jangan kotori laut dengan bom ikan, karena itu semua moyang kami. Mereka yang kasi makan kami disini selama ini. Kerang bisa keluarkan darah karena itu jangan ganggu negri ini. Tempat-tempat leluhur Mbaham Matta berada di pesisir dan gunung-gunung. Tanda-tanda alam yang muncul anggap oleh masyarakat sekitar sebagai tanda bahwa ada penjaga disitu yang tak kelihatan. Baik berupa tanda di air, darat dan dimanapun.

pohon keramat, suku setempat diberi mandat untuk menjaganya,  publikasi_pusaka Mbaham-Matta04
pohon keramat, suku setempat diberi mandat untuk menjaganya, publikasi_pusaka Mbaham-Matta04

Ole karena itulah, badan dunia seperti PBB telah mengakui keberadaan orang-orang asli dan peradaban mereka. Setiap Negara anggota PBB wajib melindunginya. Negara Indonesia wajib melindungi dan menjaga pula. Proteksi hak-hak adat tidak semata-mata pada kepentingan ekonomi menurut mekanisme pasar dunia, tetapi lebih utama adalah kekayaan masyarakat adat dipertahankan demi melestarikan alam dan lingkungan bagi penghidupan mahluk hidup dimuka bumi.
Pemerintah belum juga menghargai keberadaan tempat keramat sebagai wilayah yang harus dijaga. Peta-peta wilayah yang ada di kantor-kantor, Nampak ditulis persebaran hutan lindung, taman konservasi, hutan manggrof. Belum ada peta wilayah administratif yang melindungi hak-hak adat yang didalamnya terdapat tempat keramat, dusun-dusun dan tempat lainnya yang dianggap pamali oleh komunitas setempat.
Bicara soal investasi yang akhir-akhir ini marak dicanangkan oleh pemerintah Indonesia, ada rasa was-was yang timbul di masyarakat penghasil pala ini. Mereka bilang, jangankan Freeport atau perusahaan perkebunan, penghasilan pala saja mampu hidupkan penduduk Papua. Kenapa harus datangkan perusahaan perusak disini? Protes seorang anak negri Mbaham Matta kepada Pusaka disela acara sasi adat yang digelar sembari sambut hari hak asasi manusia se-dunia 10 Desember 2014.

dusun pala, tempat mengais hidup sebagian suku Mbaham Matta,publikasi_pusaka Mbaham-Matta03
dusun pala, tempat mengais hidup sebagian suku Mbaham Matta,publikasi_pusaka Mbaham-Matta03

Persoalan yang dikemukakan warga berupa status tanah yang diperuntukkan Negara kepada investor dan tidak melalui mekanisme persetujuan adat. Negara hadir sebagai musuh baru bagi komunitas adat. Hal itu mengemuka ketika hukum positif dikedepankan sembari mengubur aturan tradisi yang ada. Pemodal dengan pemerintah dating bore-bore (rayu) beberapa orang trus mereka teken perjanjian sepihak untuk kepentingan investasi. Padahal, tradisi disini, bila suatu persetujuan harus mendapat restu dari suku-suku yang ada, disepakati secara musyawarah adat. Tujuannya adalah apa yang dilakukan oleh generasi masa kini juga didukung oleh moyang terdahulu.
Dari penelusuran pusaka, Kabupaten Fakfak dimana orang-orang Mbaham Matta hidup, suku ini tersebar hingga wilayahnya masuk dalam daerah administratif kabupaten Teluk Wondama, Bintuni dan Fak-fak Sendiri. Persoalan yang sering dijumpai adalah pemerintah mengisolasi komunitas ini kedalam daerah administrasi wilayah sehingga kerap timbul klaim hak adat dan hak kabupaten. Suku Sebyar harus bicara hak mereka ke Mbaham Matta di Fakfak dimana mereka berada di daerah administratif Teluk Bintuni. Bahkan hak ulayat sebagian suku disini yang dijadikan sumber eksploitasi gas dari LNG PB pun kerap timbul masalah.

Rencana gugatan ke MK oleh DAP Mbaham Matta, publikasi_pusaka Mbaham-Matta10
Rencana gugatan ke MK oleh DAP Mbaham Matta, publikasi_pusaka Mbaham-Matta10

Melalui Dewan Adat Mbaham Matta, spirit untuk menyatakan ruang hidup dicanangkan. Antusia warga adat pada proteksi hak mereka begitu tinggi. Protes berupa kirim surat sampaikan aspirasi sampai menyatakan diri untuk mengembalikan segala persoalan kepada leluhur mereka, dilakukan demi satu tujuan utama, jangan rusak negri ini dengan dalih apapun. Kami ingin ruang hidup, itu saja.
(Arkilaus Baho)
 
Top