Bagikan Juga!!

Ilustrasi pelecehan seksual
HarianPapua.com – Adanya kasus percobaan pemerkosaan yang dialami Jesica Unmehopa (23 tahun), seorang bidan pegawai tidak tetap (PTT) di Wamena pada Selasa pekan lalu (10/5), membuat Ikatan Bidan Indonesia (IBI) cabang Wamena ikut angkat suara.
Disampaikan ketua IBI Wamena, Olphina Rumbekwan, pemerintah setempat dalam hal ini Pemkab Jayawijaya diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan kepada seluruh bidan yang bertugas di seluruh puskesmas desa-desa Kabupaten Jayawijaya agar kasus serupa tidak terulang kembali.
Olphina menyampaikan, keberadaan bidan di setiap desa selama ini sudah sangat membantu dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak-anak karena letak rumah sakit yang sulit untuk dijangkau.
“Tetapi dengan situasi yang terjadi yakni percobaan pemerkosaan terhadap bidan Jesica Unmehopa, sebenarnya membuat kita para bidan trauma dengan situasi ini,” katanya, Senin (16/5/2016) dikutipAntara.
IBI Wamena pada Jumat 13 Mei lalu sudah melakukan aksi demo yang meminta kepada pemkab Jayawijaya agar menyelesaikan kasus percobaan pemerkosaa itu dan memberikan jaminan perlindungan bagi setiap bidang yang bertugas.
Dengan begitu, bidan yang dikirim ke desa-desa dapat kembali bekerja menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan tenang.
Dimana Penyuara HAM?
Maraknya kasus pemerkosaan akhir-akhir ini, yang merupakan satu bentuk pelanggaran kemanusiaan (HAM) jelas membuat semua pihak khususnya kaum hawa di Papua sangat was-was.
Sayangnya kasus ini seperti tidak begitu berarti bagi para penyuara pelanggaran HAM di Papua yang selama ini lantang menyuarakan penyelesaian kasus pelanggaran HAM.
Padahal kasus pemerkosaan baik yang percobaan maupun yang sudah terjadi dan pelecehan seksual merupakan bentuk pelanggaran HAM sebagaimana diatur dalam Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 1948, UU RI No. 7 tahun 1984, tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan.
 
Top