Bagikan Juga!!

Direktur Elsham Fredinand Marisan bersama ketua Dewan Adat mbaham Matta Zirzet Gwasgwas, sementara memberikan penjelasan kepada masayarakat adat yang melakukan pengaduan di kantor dewan adat Fakfak 16/06/16
Fakfak_kejahatan terhadap anak di lakukan oleh salah seorang anggota kepolisian ruang tahan polres fakfak 2 Mey 2016 yang di bantah oleh kapolda papua barat, mulai mendapat perhatian serius dewan adat mbaham matta fakfak, setelah orang tua dari ketiga anak melapor ke propam polres fakfak. Senin 16/06/2016

Ketua dewan ada mbaham matta usai bertemu Direktur Elsam Papua yang baru saja mendampingi ketiga korban bersama pengacara mengatakan akan mengundang pemerintah untuk bersama-sama melihat persoalan ini

"Ini bukan yg pertama kali aparat polres fakfak lakukan kejahatan yg seksual yg melukai hati kami orang pribumi mbaham matta fakfak, di tahun 2013 seorang ibu di dalam ruang pemeriksaan polres di lecehkan juga. Untuk itu kami akan mengundang DPRD, MRP, Bupati, DPR OTSUS untuk segera menyikapi persoalan ini" Tegas zirzet gwasgwas

Lebih lajut zirset mengatakan jika bertemu pelaku tidak akan menyalahkan apa yang ia lakukan melainkan akan membritahukan kepada pelaku
"Apa yang ko lakukan itu benar di tempat mu karena itu budaya mu, tapi jangan lakukan di sini diatas tanah negeri orang mbaham matta"

Sementara itu Direktur Elsaham Papua menyayangkan pernyataan polda papua yang mengatakan tidak ada kasus tidak kekesanan seksual yg di lakukan oleh anak buahnya
"Saya tidak mengerti mengapa polda papua percaya begitu saja mantan Kapolres AKBP Moh Yusuf tampa melakukan pemeriksaan " tanya Rerdinand Marisan

Elsaham papua juga  akan melanjutkan pelaporan kasus ini pada Propam mabes polri, kompolnas dan komnas perlindungan anak di Jakarta (Nenstar/fakfakstra.com)
 
Top