Bagikan Juga!!

Ditemukan 3 bom yang merupakan peninggalan Jepang di kampung Batufiafas Distrik Kokas Kabupaten Fakfak. Kapolres Fakfak beserta Wakapolres, Kabag Ops, Kasat Reserse, Kasat Intel dan anggota identifikasi langsung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP pada hari Jumat (16/9/2016) pkl 15.00 WIT.
Kronologis kejadian di temukanya bom sebagai berikut, hari Kamis tanggal (15/9/2016) pukul 15.00 wit saksi  pengawas jalan Nusa Indah sdr. Masdir dan Idris Heritrenggi bersama masyarakat kampung Kinam melakukan survei pembangunan jalan Kinam -h Batufiafas dan melihat ada bom peninggalan jaman sekutu yang berada di atas tanah yang akan di gusur untuk pembangunan jalan.
Pengawas jalan PT Nusa Indah Sdr.Masdir menyampaikan kepada Konsultan yaitu Sdr. Bandaso bahwa ada ditemukan bom di jalan Kinam-Batufiafas dimana bom peninggalan jaman sekutu akan dilewati oleh alat berat sehingga proses pembangunan jalan di hentikan karena ada bom peninggalan sekutu.
Hasil koordinasi unit Ops IK dengan kepala kampung Kinam Sdr Kamal Weripang di peroleh kejelasan bahwa benar ada bom peninggalan sekutu sekitar tahun 1950 yang berada di lokasi kebun milik kepala kampung Kinam dan lokasi bom peninggalan sekutu yang berada di lokasi pembangunan jalan Kinam-Batufiafas.
Masyarakat melihat dan menemukan 3 (tiga) buah bom tersebut seta melaporkan kepada Polres Fakfak. Setelah diukur bom tersebut memiliki panjang ukuran :
Bom 1 panjang 130 cm diameter 32 cm ditemukan didarat dekat bibir pantai sejauh 3 meter. Bom 2 panjang 135 cm, diameter 35 cm, ditemukan di pantai (dalam air) dari bibir pantai sejauh 1 meter 70 cm kedalam air 1 meter. Bom 3 panjang 124 cm, diameter 36. Ditemukan dipantai (dalam air) sejauh 4 meter 40 cm dari Bom 2, berdekatan dengan Bom 2 dan 3 kedalaman air 1 meter.
Setelah melakukan olah TKP,  Police line dipasang di TKP agar masyarakat sekitar tidak mendekati bom tersebut karena belum dapat dipastikan bom tersebut masih aktif atau tidak. Masyarakat dan kepala kampung di lokasi penemuan bom tersebut dihimbau agar tidak mendekati TKP hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari Kepolisian.
Sumber: tribratanews
 
Top