Bagikan Juga!!

Tanah Papua yang kurang lebih memiliki 250 Suku, Bahasa dan Budaya yang mendiami diseluruh pelosok papua baik dari pantai sampai gunung. Sebelum  bangsa portugis menemukan pulau papua, Orang Papua sudah mendiami Tanah ini, Masyarakat adat sudah hidup berabad abad Tahun yang lalu, hidup dengan cara yang sangat sederhana kalau dipandang dari kaca mata moderen. Orang papua hidup dengan apa adanya, bercocok tanam,menekok sagu, mengail ikan dan berburu binatang.  Hidup dengan gaya primitih tapi masa hidupnya jauh lebih lama dari orang papua yang hidup di jaman sekarang, Tidak pernah mengalami penyakit yang bermacam macam seperti sekarang, kangker, tumor, serangan jantung, HIV AIDS yang sangat mematikan, gusung lapar dll.

Berbagai rangkaian kata dijulukan untuk menyebut nama Papua seperti pulau yang penuh dengan Susu dan Air Madu, Mutiara diufuk timur, Mutiara hitam, Tanah leluhur, Surga kecil yang jatuh Kebumi, tapi dimasa sekarang semua julukan sebenarnya tidak tepat kecuali Tanah papua adalah  Kue Ulang Tahun. Pejabat dan pelik modal membagi tanah adat orang papua seperti membelah kue ulang tahun yang sudah tentu masing masing mendapat jatahnya, saat membagi tanah adat papua pemerintah tidak pernah diskusi bersama dengan masyarakat pemilik hak tanah adat. Pemerintah dan pemilik modal diam-diam membagi hak tanah adat seperti membagi kue ulang tahun tanpa sepengetahuan masyarakat adat. Masyarakat adat papua mengetahui ketika perusahan sudah mulai beraktifitas dan melakukan protes terhadap aktifitas perusahan, manajer atau humas perusahan dengan mudah menjawab bahwa kami sudah punya ijin dari pemerintah. Lebih parahnya ketika masyarakat melakukan protes, perusahan mengunakan kekuatan TNI dan POLISI untuk membungkam suara tangisan dan air mata, senjatanya TNI dan POLISI alat peredam keadilan bagi masyarakat adat papua.

Setiap marga ditanah papua memiliki hak tanah adat sejak nenek moyangnya mediami wilayah setempat, kepelikan tanah adat yang berbatasan antar marga selalau disampaiakan oleh orang tua adat secara turun temurun kesetiap generasi walaupun hanya secara lisan dan informasi kepemilikan tanah adat yang berbatasan dengan marga lain sudah tentu mempunyai tanda bukti seperti gunung, bukit, sunggai, goa, pantai, mata bambu, rumpun sagu, pohon kayu dan benda benda lain.  namun membuka peta perusahan sebenarnya tanah papua sudah menjadi milik orang lain atau orang yang punya uang, melihat peta perusahan ditanah papua sunguh sangat menyedihkan dimana tanah papua sudah bagi habis oleh perusahan, baik perusahan kelapa sawit, kayu Log, tambang dan lain lain.

 Cerita tentang kepemilikan tanah adat hanya sebagai dongen, tidak  ada upaya pemerintah untuk memastikan siapa kepemilikan tanah adat tersebut. Masyarakat adat hanya bertugas melakukan ridwal adat dan meminta ijin pada leluhur agar perusahan dapat beraktifitas dengan baik. Orang papua yang hidup dimasa sekarang tidak jauh seperti seorang satpam yang berdiri didepan pintu bank dan bertugas membuka pintu bagi nasabah yang datang menabung atau mengambil uangnya.

Dikalangan pejabat khusunya anak adat papua yang menduduki jabatan Bupati, DPRD, Gubernur, DPRP dan MRP tidak mampu berbuat apa apa, mereka hanya bisah melihat tanah adat leluhur mereka dirampas oleh perusahan. Sesunguhnya mereka bukan tidak meiliki nurani keadilan dan kebenaran tetapi factor yang mengakibat mereka diam karena telah berutang budi. Saat mencalonkan diri sebagai bupati, wakil bupati dan gubernur, wakil gubernur yang menyiapkan dana kampanye justru dari bos-bos perusahan yang bersangkutan sehingga sangat tidak mungkin melawan perusahan yang bekerja semau mereka di atas tanah adat masyarakat papua yang penuh dengan kecurangan. Anggota DPR kabupaten atau Propinsi juga mengalami nasib yang sama, dimama tidak mampu berbuat sesuatu, apabila mereka kritis sudah tentu akan diberikan teguran dari pimpinan pusat partai sampai keancaman pergantian antara waktu. Apalagi pejabat tersebut terlibat korupsi maka pimpinan perusahan akan mengunakan lembaga penegak hukum untuk menekan pejabat yang bersangkutan agar diam.

Berbagai cara yang dilakukan oleh perusahan dan pemerintah untuk menguasai tanah adat orang papua dengan sumber daya alamnya, baik dengan cara kekerasan atau dengan cara  halus sehingga pemeritah dan perusahan berangapan bahwa mereka sudah berhasil menaklutkan masyarakat adat papua sebenarnya salah. Ketidak adilan yang dipratekan oleh pemerintah dan perusahan justru membuat masyarakat hak pemilik tanah adat papua berbondong bondong membenci system kejahatan ini. Masyarakat adat sering berangapan  penindasan ditanah papua hanya kejahatan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh aparat TNI dan POLRI, padahal sesunguhnya perampasan Hak Tanah Adat Orang Papua merupakan kejahatan terselubung yang sudah diatur oleh pemerintah. 

Berangkat dari bacaan singkat diatas maka sudah saatnya masyarakat pemilik hak tanah adat papua mulai memperkuat komunikasi antar marga dan suku guna persatuan perlawanan agar merebut hak tanah adat yang sudah dirampas orang. Dikampung tempat kita berada, kita menepuk dada dan bangga mengatakan ini tanah adat kami tapi Harus diingat bahwa tanah adat papua sudah bukan milik masyarakat adat papua tetapi milik Perusahan atau Pemilik modal. Dimanapun dikolom langit ini, penindasan masih bercokol antara sesama manusia dan antar bangsa maka selama itu pula embrio kebenaran dan keadilan akan lahir.

Salam Pembesan Nasional PAPUA !!!
 
Top