Bagikan Juga!!

Fakfak – fakfakstar Dewan Adat suku di wilaya Papua Barat jangan buat cerita sejarah palsu untuk mendukung kandidat gubernur tertentu; yang nyatanya bukan orang asli papua dan juga Majelis Rakyat Papua (MRP) diminta tegas terhadap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang bukan Orang Asli Papua

Kami akan lakukan gugatan dan bantahan hukum  terhadap MRP dan KPU, kandidat yang asal usulnya tidak jelas sebagai  amanat Undang-Undang Otonomi Khusus, ini hak kesulungan Orang Asli Papua sehingga semua pihak diminta untuk mendukung hal ini terutama Majelis Rakyat Papua untuk tidak keliru dan segera membatalkan pasangan calon gubernur yang bukan Orang Asli Papua dalam keikut sertaan,  ujar Kalep Pauspaus tokoh adat wilayat Teluk Patipi - Fakfak.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum Wilayah Provinsi Papua barat telah  menerima 5 Pasangan calon gubernur provinsi Papua Barat dari pembukaan pendaftaran tanggal  21 – 23 september 2016 masing masing  pasangan antaralain: Dominggus Mandacan-Mohamad Lakatoni, Pasangan  Irene Manibuy, SH Abdullah Manaray, ST, Dr.Stepanus Malak -Ali Hindom SPd dan  dihari terakhir pendaftaran Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Barat, menolak berkas dua Pasangan Calon, yakni Velix Wanggai- Alfons Manibuy, dan Albert Torey-Abdul Hakim Aituarau.

Untuk Pasangan Calon Velix Wanggai- Alfons Manibuy ditolak karena syarat dukungan Partai Politik Pengusung tidak mencukupi syarat minimal 7 kursi atau 15 persen perolehan kursi di DPR Papua Barat. Pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra yang hanya memiliki 4 kursi.

Sementara Pasangan Alberth Torey, Albert Torey-Abdul Hakim Acmad Aituarau, ditolak karena kedatangannya di KPU setelah pleno penutupan pendaftaran Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat, pukul 24.00 WIT. Meski begitu, kedua pasangan ini tetap diperbolehkan masuk kedalam ruangan pendaftaran

Sementara itu tim Verifikasi terhadap keaslian sebagai orang asli Papua (OAP) tiga calon pasangan kandidat yang akan maju dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Provinsi Papua Barat oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) dilakukan secara serentak dilima titik, Sorong, Fakfak, Bintuni, Kaimana, dan Manokwari, Kamis, 29 September 2016.

Menurut Ketua MRP Papua Barat, Vitalis Yumte, verifikasi OAP yang dilakukan MRP mengacu pada persyaratan hukum yang telah ditetapkan Mahkamah Konstitusi.
“Jadi MRP dibagi menjadi enam tim untuk turun ke lima titik dimana tempat silsilah calon kandidat ini berasal, Kaimana, Fakfak, Bintuni, Manokwari dan Sorong. Untuk Fakfak ada dua calon wakil, jadi ada dua tim yang diturunkan,” kata Vitalis, yang juga menjadi tim verifikasi di Mega, Kabupaten Tambrauw tempat silsilah marga Stevanus Malak.

Setelah melakukan klarifikasi dari masyarakat adat, kata Vitalis, selanjutnya MRP akan mengadakan rapat Pokja MRP yang membahas dan mendengarkan pandangan dari tim atau pansus yang turun dan dari hasil rapat Pokja itu nanti baru bisa diputuskan mana yang diterima dan yang ditolak jika ada yang ditolak. (HisKhan)
 
Top