Bagikan Juga!!


Jayapura, Jubi – Bupati Fakfak mengeluarkan surat tertanggal 28 November 2016 menanggapi permintaan Persatuan Petani Pala (PPP) untuk menaikkan harga pala. Namun PPP merasa kecewa karena Surat Bupati tersebut menurut mereka tidak sesuai aspirasi petani.
Sekitar 100 Persatuan Petani Pala (PPP) Fakfak kembali melakukan aksi demonstrasi turun ke jalan Senin (28/11/2016). Menurut laporan Wenan Weripang, petani pala asal Distrik Mbaham Dandara, Fakfak, kepada Jubi Rabu (30/11/2016) massa aksi berjalan dari Kantor Dewan Adat Mbaham Matta, Fakfak, ke Kantor DPRD Fakfak (Kantor Sementara), sambil membawa spanduk, poster dan mengucapkan yel-yel menuntut “naikkan harga pala”.
Mereka diterima empat anggota DPRD Fakfak, Samuel Hegemur, Cliford Ndandarmana, Abdul Waretma dan Wihelmina Woy. Mereka menerima aspirasi massa PPP Fakfak lalu membuat surat desakan kepada Bupati agar membuat surat edaran tentang tentang Kenaikan Harga Pala Fakfak.
Pada aksi sebelumnya, dilansir pusaka.or.id, FPP menuntut kenaikan harga pala yang layak, yakni: harga 1000 biji Pala Mentah sebesar Rp 500.000, Bunga Pala Kering Rp. 100.000 per kilo, Biji Pala Kering Rp. 80.000 per kilo. Namun berdasarkan Surat Bupati Fakfak Nomor 511/1655/BUP/2016, tanggal 28 November 2016, FPP menanggap keputusan itu berbeda dari yang dikehendaki petani dan tidak menjawab permasalahan petani pala.
Inti surat Wakil Bupati adalah (1) Harga pala di Fakfak merupakan harga jual beli antara pengumpul dengan pemilik pala, dipengaruhi oleh kesepakatan kedua belah pihak; (2) Langkah untuk perbaikan harga, pemerintah akan mengundangkan Raperda tentang Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Komoditi Pala Fakfak dalam waktu dekat, serta akan membahas Raperda Tata Niaga Pala Fakfak  pada masa datang; (3) Untuk pengendalian harga pala yang menurun, pemerintah akan melakukan rapat konsultasi dengan Kementerian Perdagangan dan asosiasi pedagang pala di Ambon, membentuk BUMD khusus menangani pala dalam rangka memperpendek masa rantai pasar pala, berkomunikasi dengan pengusaha pembeli pala di Fakfak.
Massa PPP Fakfak yang menunggu tanggapan Bupati hingga sore hari merasa sangat kecewa dengan Surat Bupati Fakfak tersebut, “Kami sangat kecewa dengan Surat Bupati yang tidak menjawab aspirasi tuntutan petani untuk mengeluarkan Surat Edaran menaikkan harga pala dan mengatur tata niaga pala. Surat ini terkesan Bupati menyelematkan para pengusaha pembeli pala saja,” kata Wenan.
Sekretaris PPP Fakfak, Amos Wagab, lalu menegaskan akan segera melakukan konsolidasi petani untuk menyikapi Surat Bupati dan kembali melakukan aksi memperjuangkan tuntutan petani pala di Fakfak hingga bisa dipenuhi.
Menurut Weripang, keputusan Bupati itu belum mencerminkan kehendak FPP tetapi kehendak pemilik modal.(*)

Reporter :Zely Ariane
 
Top