Bagikan Juga!!


Waisai (11-03-2017) Inmas- Pelaksaanaan Sidang Sinode yang kita laksanakan saat ini merupakan suatu momentum yang langkah dan akan menjadi catatan sejarah dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat karena dilaksanakan di wilauah Papua Barat yaitu di Daerah Kepulauan Raja Ampat yang penuh pesona keindahan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Agung.

Hal tersebut dikatakan Pelaksana Gubernur Provinsi Papua Barat Eko Wibowo, MA dalam sambutannya pada acara pembukaan Sidang Sinode Ke-XVII Gereja Kristen Injili ( GKI ) Di Tanah Papua bertempat di Lokasi Wisata Pantai Waisai Torang Cinta ( WTC ) Waisai Raja Ampat pagi tadi.

Lebih lanjut Pejabat Gubernur Papua Barat berharap kiranya Sidang Sinode ini Badan Pekerja Am Sinode dapat melakukan upaya-upaya antara lain sebagai berikut : Pertama Membina dan mendorong umat GKI untuk tetap menjaga keharmonisasi kerukunan antar umat beragama yang telah terbina selama ini di Tanah Papua. Hal ini sudah terbukti terutama disaat pelaksanaan Pilkada serentak 2017 dimana Papua Barat semula ditetapkan sebagai Provinsi dengan tingkat kerawanan nomor satu di seluruh Indonesia dari 101 penyelenggaraan Pilkada serentak 2017 tetapi dengan adanya bantuan gereja kita sudah berhasil untuk merubah dari titik rawan satu menjadi titik aman satu dan ini bisa menjadi contoh bagi Indonesia.

Yang kedua Dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan global yang sedang terjadi dewasa ini, ketiga mampu membangun komunikasi terbuka dengan semua pihak dalam rangka meningkatkan daya dan dana untuk membangun kehidupan umat yang semakin kokoh dan mandiri diatas kemampuan sendiri.

Turut memberikan sambutan Gubernur Provinsi Papua Drs. Lukas Enembe, S.Ip. M.Si pada acara pembukaan tersebut dengan berharap bahwa Papua harus menjadi contoh dalam segala aspek kehidupan di Indonesia. Kedua Akhirnya kedua Gubernur menyampaikan selamat bersidang kiranya Tuhan menyertai dan memberkati kita sekalian. (JK/papuabarat.kemenag.go.id)
 
Top