Bagikan Juga!!

Pekerja Mesir mengangkat kepala patung yang diduga sebagai patung Ramses II/AFP

KAIRO, (PR).- Arkeolog Mesir dan Jerman menemukan patung setinggi 8 meter (36 kaki) yang terbenam dalam lumpur. Diprediksi, patung raksasa itu berasal dari zaman Pharaoh Ramses II yang memerintah Mesir lebih dari 3.000 tahun lalu.

Seperti diberitakan The Guardian, penemuan itu dinyatakan Kementrian Benda Purbakala Mesir sebagai penemuan paling penting sepanjang masa. Patung itu ditemukan di sekitar reruntuhan zaman Ramses II, daerah yang dulu disebut sebagai kota Heliopolis yang berlokasi di timur Kairo saat ini.

“Selasa (7 Maret 2017) lalu mereka meminta saya megumumkan penemuan besar yaitu sebuah colossus (patung yang sangat besar) yang kemungkinan berasal dari zaman kerajaan Ramses II,” ucap Khaled al-Anani, Menteri Benda Purbakala Mesir dalam situs resmi penelitian tersebut.

Pharaoh, atau yang dikenal juga sebagai Ramses Sang Raja atau Ozymandias adalah generasi ketiga dari 19 dinasti Mesir yang dijalankan 66 tahun sejak 1279 hingga 1213 sebelum masehi.

Pada zamannya, Ramses II memimpin beberapa ekspansi militer dan memperluas kekuasaan Mesir yang terbentang dari Syria di bagian timur hingga Nubia (utara Sudan) di selatan. Generasi penerus Ramses menyebutnya sebagai nenek moyang terbaik.

Soneta Ozymandias karangan Percy Bysshee Shelley menyebut sebuah kalimat “Lihat kerjaku, Sang Raja, dan putus asalah!” menunjukkan bagaimana kekuatan Ramses II. Sonet itu ditulis segera setelah British Museum mengumpulkan beberapa bagian besar dari patung pada zaman Ramses II.

”Kami menemukan bagian dada, sebagian kecil kepala, dan saat ini kami sedang membersihkan bagian kepala patung. Selain itu, kami menemukan mahkota dan bagian telinga kanan dan serpihan dari mata kanan,” kata Anani.

Pada kamis 9 Maret 2017, arkeolog, tim kementerian, penduduk lokal, dan wartawan melihat proses pembersihan bagian kepala patung dengan menggunakan air. Peneliti pun menemukan bagian teratas patung dari batu kapur pada zaman Pharaoh Seti II (cucu-lelaki Ramses II) dengan ukuran panjang sekitar 80 cm.

Menurut peneliti, Kuil Matahari (The Sun Temple) di Heliopolis didirikan Ramses II. Berdasarkan ukurannya, kemungkinan patung yang ditemukan itu adalah patung Ramses.  Kuil Matahari merupakan kuil terbesar di Mesir, ukurannya dua kali lipta dari Luxor Karnak.
Sayangnya, kuil itu hancur pada zaman Yunani Kuno. Banyak dari bagian tugu kuil itu dipindahkan ke Alexandria atau ke Eropa dan sebagian besar batunya dihancurkan dan digunakan untuk pembangunan kota Kairo.

Dietrich Raue, ketua tim peneliti dari Jerman mengatakan Mesir kuno percaya Heliopolis adalah tempat dewa matahari hidup, artinya tempat di luar kerajaan. "Dewa matahari menciptakan dunia di Heliopolis, di Matariya. Itulah yang selalu saya sampaikan kepada orang-orang di sini ketika mereka bertanya hal penting. Menurut kepercayaan Firaun, dunia semula diciptakan di Matariya. Itu berarti semuanya harus dibangun di sini; patung, kuil, obelisk, semuanya. Namun, raja tidak pernah tinggal di Matariya karena itu dewa matahari tinggal di sini," katanya.

Saat ini para ahli sedang berupaya mengambil sisa potongan kedua patung sebelum menyusun dan memindahkannya. Jika berhasil dan terbukti bahwa patung raksasa tersebut menggambarkan Ramses II, patung tersebut akan dipindahkan ke pintu masuk Grand Egyptian Museum, museum di Giza yang akan dibuka pada 2018.

Penemuan itu bisa menjadi keuntungan bagi industri pariwisata Mesir yang telah menderita kemunduran sejak pemberontakan yang menggulingkan Hosni Mubarak pada 2011. Padahal, sektor pariwisata tetap menjadi bagian penting dari penerimaan mata uang asing bagi Mesir.

Jumlah wisatawan yang berkunjung Mesir merosot menjadi 9,8 juta pada 2011 dari lebih dari 14,7 juta pada 2010. Kemudian serangan bom yang dijatuhkan pesawat Rusia di Oktober 2015 memperburuk kedatangan wisatawang menjadi 1,2 juta pada kuartal pertama 2016 dari 2,2 juta tahun sebelumnya. (Muhammad Fasha Rouf)***
 
Top