Bagikan Juga!!



Tampak perdebatan antara Bapa Don & Wakapolres Fakfak
Forum Masyarakat Sipil (FORMASI) Kabupaten Fakfak kembali melakukan aksi penuntutan kepada DPRD Kabupaten Fakfak pada Kamis, 20 April 2017. Masa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat diantaranya: Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan dan Masyarakat serta berbagai akademisi dan tokoh politik menuntut agar DPRD Kabupaten Fakfak segera menindak lanjuti hasil Surat KPU Nomor 241/KPU/III/2017, yang berisi tentang klarifikasi terhadap Surat KPU Prov. Nomor 501. 

Dalam orasinya Drs. Donantus Nimbitkendik, M.TP yang sering disapa Bapa Don mengatakan bahwa surat keputusan KPU Prov. Nomor 501 merupakan sebuah kejahatan politik yang terstruktur dan sistematis dalam rangka memenangkan pasangan Bupati Mohamad Uswanas dan Abraham Sopaheluakan atau Mocha-Bram. “KPU Prov telah melakukan kesalahan dan rekayasa dengan tujuan memenangkan Mocha-Bram sebagai Bupati dan Wakil Bupati Fakfak ungkap Bapa Don”. Selain itu Bapa Don juga berharap agar DPRD Kabupaten Fakfak jangan bersikap diam terhadap persoalan kejahatan PILKADA yang terjadi di Kabupaten Fakfak. Mengingat Fakfak yang nota benenya negeri yang memiliki identitas budaya dan filosofi yang tinggi mesti menjadi role model terhadap praktek-praktek politik yang santun dan beretika. 
Arak-arak Masa Formasi Menuju DPRD Kab. Fakfak


Aksi yang dilakukan oleh Formasi yang langsung dipimpin oleh Bapa Don sempat memicu perdebatan antara Bapa Don dan Wakapolres Fakfak: Kompol  Abd. Thalib Ayuba, S.Pd, lantaran Bapa Don mendesak agar masa mesti dibiarkan masuk dalam halaman gedung DPRD Kabupaten Fakfak, namun karena kekhawatiran kebrutalan masa aparat keamanan (Polisi dan Satpol PP) dibawah pimpinan Wakapolres Fakfak menolak untuk memberikan izin bagi masyarakat. Akhirnya melalui diskusi dan dialog terpisah antara Bapa Don dan Wakapolres Fakfak, masa dibiarkan masuk memenuhi halaman kantor DPRD Kabupaten Fakfak. (Red. Geng).
 
Top