Bagikan Juga!!





KRONOLOGIS PERKARA, PENDAMPINGAN, DAN PENYIDIKAN KASUS PIDANA PASAL 170
HAL
URAIAN
KRONOLOGIS MASALAH
Pada Hari Kamis, 31 Agustus 2017 diduga telah terjadi pemecahan kaca Kantor Sekwan DPRD Kab. Fakfak yang dilakukan oleh dua Orang Anggota DPRD Kabupaten Fakfak (SH dan EBG) dengan Kronologis sebagai berikut :
            Bahwa, berawal dari masukan dan keluhan dari Karyawan Sekwan dan beberapa Anggota Dewan terkait dengan Hak mereka, maka mereka menemui saudara SH untuk meminta kejelasan dan mengupayakan agar hak mereka dapat diberikan. Mengingat pada hari esoknya 01 September 2017 Adalah hari raya Idul Adha (hari Raya Kuran Bagi Umat Muslim). Maka Saudara SH mengupayakan untuk menghubungi saudara Bendahara Sekwan (Baharudin Lahadila) via Telepon Genganm, yang diperkirakan hampir satu hari. Usaha yang dilakukan Sdr. SH berawal dari kantor DPRD, rumah Saudara SH dan sampai pada sore hari yang bertempat di Halte depan Kantor SEKWAN. Hal yang memicu emosi Saudara SH dan EBG, bahwa upaya dari pada saudara SH untuk menghubungi saudara Bendahara SEKWAN ternyata diabaian dan terkesan memicu emosional dengan dilihat langsung oleh saudara SH dan EBG dimana saudara Bendahara melintas mengendarai mobil di depan mata SH dan EBG dengan membuka kaca mobil terbuka dan terbuka, namun saudara bendahara SEKWAN tidak menoleh dan mengangkat telepon.
Diduga berdasarkan situasi demikian, maka saudara SH menuju kantor SEKWAN dan melepaskan emosional dengan menendang Pintu Kantor SEKWAN namun tidak ada tanda-tanda kerusakan, melainkan saudara SH sempat terjatuh dan berdiri menuju kaca sebelah kanan dan memecahkan beberapa buah kaca sebagai bentuk emosional dan kekecewaan. Hal ini dilihat oleh saudara EBG beberapa saat setelah kejadian maka saudara EBG berindisiatif untuk menegur saudara SH, namun tidak kesampaian dan saudara EBG yang pada saat yang sama juga mengalami emosional terhadap situasi yang sama, maka EBG pun berindisiatif untuk memecahkan kaca bagian kiri dari Kantor Sekwan. Setelah terjadi pemecahan beberapa buah kaca Kantor SEKWAN, maka saudara EBG dan Saudara SH kembali dan menenangkan diri di Rumah Saudara SH.
            Keesokan hari dan beberapa hari Setelah permasalahan tersebut di atas, barulah hak-hak daripada Karyawan dan Anggota DPRD mulai diberikan secara bertahap. Hal ini dipikir bahwa telah terselesaikan secara internal instansi pemerintahan antara Sekwan dan Anggota DPRD dengan adanya pemanggilan dan Sidang Kode Etik yang dilakukan oleh Badan Kehormatan DPRD (18 September 2017) yang pada dua hari sebelum kegiatan dimaksut telah terjadi Pengaduan oleh saudara Sekretaris Sekwan terhadap permasalahan pemecahan kaca berdasarkan disposisi dari Bupati Fakfak Kepada SEKDA Kab. Fakfak dan diturunkan kepada Sekretaris SEKWAN dihantar langsung oleh Biro Hukum Pemda kab. Fakfak untuk melakukan Pengaduan di Polres Fakfak pada tanggal 16 September 2017.

Laporan Polisi / PENGADUAN
Nomor : LP.B/250/XI/2017/PAPUA BARAT / RES FAKFAK, tanggal 15 September 2017 ? (Lihat Bukti Pemangilan Saksi – Boas Edorway) Tanggal 16 September 2017 Sesuai LP dan Surat Tanda Terima Laporan Polisi
Undangan Klarifikasi
Nomor : B/70/X/2017/Reskrim Tertanggal 17 Oktober 2017. Untuk menghadiri undangan Klarifikasi pada; Senin, 23 Oktober 2017 dan menghasilkan diambilnya BERITA ACARA PERMINTAAN KETERANGAN.
Undangan Klarifikasi ini dihadiri oleh Sdr. Samuel Hegemur dan didampingi Pengacara, Sementara Sdr. Edward Budiman Go, tidak dapat hadir dikarenakan berada di luar Kota Fakfak dan Sedang menjalankan Tugas kedinasan / Tugas Luar.
Surat Panggilan Polisi Sebagai Saksi
Nomor : SP/996/XII/2017/Reskrim, Surat Panggilan Sebagai Saksi Kepada saudara EDWARD BUDIMAN GO dan SAMUEL HEGEMUR. Surat Panggilan Polisi Sebagai Saksi di hadiri oleh Keduanya namun dengan waktu yang berbeda. Diantaranya ; Saudara Samuel hegemur hadir dan memberikan keterangan sebagai saksi pada tanggal 29 Desember 2017, sementara saudara Edward Budiman Go waktu pemeriksaan sebagai saksi di undur sampai dengan tanggal 11 Januari 2018. 



Surat Panggilan Polisi Sebagai TERSANGKA
Surat tertanggal 18 Januari 2018. Dimana surat  Panggilan Polisi ini sekaligus isi surat menjelaskan bahwa Sdr. Edward Budiman Go dan Sdr. Samuel Hegemur ditetapkan Sebagai Tersangka.
Surat Penyerahan Tahap II di Kejaksan Negeri Fakfak
Nomor : SP/113/II/2018/Reserse. Surat pemanggilan untuk menghadiri panggilan dan serahterima tahap II dari Tingkat Penyidik ke Kejaksaan Negeri Fakfak, Namun hal ini tidak berjalan dan ditunda langsung oleh KASIPIDUM mengingat situasi dan kondisi serta keberadaan masa pada saat yang sama yang turut serta hadir guna menyaksikan proses yang dimaksud.


UPAYA DILUAR HUKUM YANG TELAH DILAKUKAN
OLEH Sdr. Edward Budiman Go dan Sdr. Samuel Hegemur

Melalui Upaya kekeluargaan dengan mengunjungi Saudara Pengadu atau Sdr. Jabar Uswanas, SEKDA Kab. Fakfak, Bupati Kabupaten Fakfak, Kapolres Fakfak, KASIPIDUM Kejari Fakfak, Kepala Kejari Fakfak, Kasat SERSE Polres Fakfak, dan upaya untuk menganti kaca Kantor yang dirusak, dan upaya perdamaian dengan dikelurkanya Berita Acara Perbaikan Kaca Kantor SEKWAN dan Berita Acara Perdamaian.   
Dengan Kronologisnya sebagai berikut ;
Pada tanggal 23 Oktober 2017 Setelah selesai menghadiri Undangan Klarifikasi di Ruang Serse Polres Fakfak, Maka Saudara Samuel Hegemur berindisiatif  untuk menghubungi saudara Pengadu untuk melakukan pendekatan dan pertemuan secara kekeluargaan, namun hasilnya belum terlihat lantaran saudara Pengadu berada di luar Kota Fakfak, Upaya Komunikasi belum juga menuikan hasil. Seiring dengan berjalannya waktu, maka pada Tanggal 21 Desember 2017 Saudara SH dan EBG berindisiatif melakukan pengantian Kaca Kantor Sekwan dengan mengunakan uang pribadi + RP. 5.000.000,-  

Upaya pendekatan kekeluargaan dan mediasi terus di bangun oleh kedua Saudara SH dan EBG dengan Pihak terkait melalui komunikasi via Hp dan sempat bertemu dengan pihak SEKWAN. Namun yang agak menganjal beberapa pertemuan lain dengan pihak terkait ( KAPOLRES DAN KEJARI ) dan beberapa orang lain dengan bahasa yang sama yakni, sebaiknya saudara SH dan EBG dapat bertemu langsung dengan Bupati Fakfak. Hal ini pun dilakukan dengan adanya kunjungan dua kali; yakni dengan pertemuan pertama antara SH dan EGB bersama Bupati Fakfak, dan Pertemuan Kedua Antara SH dan Bupati Fakfak. Namun al hasil daripada segala upaya yang telah dilakukan tidak menjadi titik terang guna penyelesaian kasus di tingkat kepolisian, namun berkas terus (Indikasi Dipaksakan) dinaikan ke Kejaksaan untuk Proses tahap II.  




Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama
 
Top